[Heroine Story] Kamome Reina

Published by admin on

Halo teman-teman, selamat datang dalam sebuah artikel baru yang rencananya akan berisi tentang kesan mendalam dari suatu karakter dari sebuah Visual Novel! Kenapa tiba-tiba ada artikel seperti ini? Dan apa lagi ini? Karena ini artikel perdana, beri waktu saya untuk menjelaskan.

Sebelum ini ada artikel khusus yang membahas Visual Novel secara keseluruhan, yaitu Pojok Visual Novel. Namun tiba-tiba ada suatu pertanyaan muncul. Visual Novel kan mempunyai akhir cerita yang berbeda dari karakter? Dan kita memainkan Visual Novel pasti karena ingin menyelesaikan salah satu rute, kan? Kenapa hanya ada ulasan Visual Novel secara umum? Kenapa satu karakter tidak dibahas? (Dan itu yang juga sempat dibahas di Video QnA HERO Soft. Jika berkenan silakan ditonton.). Oleh karena itu, sebagai (ehem!) langkah pertama, HERO Soft akan mencoba membuat artikel khusus, tentang betapa menariknya suatu karakter, terlepas dari bagaiman ulasan Visual Novel tersebut. Dan karena artikel perdana, tentu akan dengan senang hati masukan dan krtikan teman akan kami terima.

<<<>>>

Tepat pada tanggal 1 Juni 2018, Moege Award mengumumkan hasil voting untuk tahun 2017. Dengan pemenang utama Nora to Oujo to Nora Neko Heart. Dan dengan juara harapan Making*Lovers dan dua Visual Novel yang bisa teman-teman baca di artikel ini ().Sebelumnya Making*Lovers juga pernah dibahas oleh –Onitan- jadi silakan dibaca juga.

ml1

Jujur saja, Making*Lovers itu telat saya mainkan. Lebih tepatnya telah hype. Tapi ya sudahlah, toh karena berkat telat datang bulan eh, hype, akhirnya saya bisa bertemu dengan gadis cantik, muda, nan terkenal di kalangan perempuan bernama Kamome Reina.

Ketemu langsung jadi pacar

ml2

Cewek A: “Yoi, yoi. Padahal kukunya kotor banget, tapi ada cowok yang seenaknya aja masukin ke memek, sumpah kesel.”

Kazuma kebetulan belum punya pekerjaan tetap. Karena itu ibunya menawarinya pekerjaan, yaitu untuk mengurus asrama. Kebetulan juga itu adalah asrama perempuan, dan kebetulan lagi Reina juga ternyata baru saja pindah ke asrama itu. Di depan semua orang, bahkan ibunya Kazuma, Reina mengaku sebagai pacarnya. Karena “merasa jatuh cinta dengan pandangan pertama, dan yakin pasti itu adalah takdir karena seluruh rahimnya bereaksi saat melihat Kazuma.” Tapi ya tentu saja, ini bukan pertama kalinya Kazuma bertemu dengan Reina. Mereka pertama bertemu karena sebuah insiden kecil, di mana Reina yang sedang mengendari sepeda menabrak Kazuma. Dari sini lah Reina mulai tertarik kepada Kazuma. Karena sebagai laki-laki, Kazuma tidak memandang Reina sebagai sesuatu yang spesial. Kenapa? Karena Kazuma tidak tahu kalau Reina seorang model.

Seorang model dari sebuah majalah

ml3

Siapapun pasti terkejut melihat Reina mengaku-ngaku sebagai pacarnya Kazuma. Karena sebagai model fashion, Reina cukup punya nama. Keahliannya dalam memilih baju, teknik mewarnai kuku, cara berdandan, hingga rambut, tidak perlu diragukan. Namanya juga model

Mungkin karena itu juga, Reina sangat paham dengan fakta-kata berikut:

Sebanyak 30% cowok tidak masalah kalau pacarnya tidak mandi, tapi hanya 70% cewek tidak suka kalau pacarnya tidak mandi.

Dari Reina kita juga bisa tahu, betapa susahnya menjadi seorang perempuan. Apalagi perempuan yang ‘katanya’ cantik. Betapa susahnya menghadapi pandangan cowok yang selalu melihat dada atau bokong.

Aktif dan banyak mintanya

ml4

Reina itu omongnya banyak. Bahkan di aplikasi pesan seperti LINE saja, omongnya bisa satu paragraf. 😀 Tapi benar. Selain omongnya yang banyak, Reina itu banyak maunya. Dari mengajak jalan-jalan, meminta jadi bahan percobaan untuk berpakainan seperti perempuan, percobaan merek cat kuku terbaru, hingga mengajak Kazuma ikut sesi pemotretan.

Sifat aktif dan banyak senyum inilah yang menjadi salah satu faktor, kenapa Reina bisa menjadi model. Dan di sisi lain, sifat ini yang terkadang membuat manajernya, Komori, harus sering geleng-geleng kepala mengurusi berbagai hal yang mungkin terjadi karena sifat aktif dan banyak omongnya.

 

Suka sekali dengan Kazuma

ml5

Sebagai model cantik dan terkenal, Reina seharusnya punya banyak pilihan cowok. Yang kaya, yang warisannya banyak, yang rumah dan tanahnya berhektar-hektar pasti bisa dipilih Reina. Namun ia tetap memilih Kazuma yang perjaka, dan kerjaannya pun tidak tetap.

Sosok yang selalu ada di setiap langkah yang lelah

ml6

Karena bagi Reina, Kazuma adalah yang mengubah hidupnya. Sebagai model yang ‘baru’ terkenal, hanya senyum dan tingkah Reina yang jadi daya jualnya saat itu. Sebagai orang baru Reina tidak bisa berpose secara natural di depan kamera, omongannya yang terkesan blak-blakan pun membuat dia sempat diragukan oleh staf-staf lain. Bahkan hingga membuat Komori kebingungan. Namun Reina mau tidak mau, harus berusaha. Karena dia harus membiayai biaya rumah sakit ibunya. Reina juga harus mencari biaya tambahan untuk biaya sekolah dan lainnya.

Namun kata-kata Kazuma mengubah pola pikir Reina. Setiap waktu yang Reina habiskan bersama Kazuma mengubah rasa percaya diri yang ada pada dirinya. Sosok Kazuma bagi Reina adalah kakak yang bisa dipercaya dan selalu ada ketika adiknya menemui jalan buntu di setiap permasalahan dan memberikan keberanian dalam setiap langkah barunya.

Tidak salah, Making*Lovers mendapat predikat ‘juara’ sebanyak 3 kali (Visual Novel terbaik bulan, November, Juara Harapan, dan Lagu terbaik). Pendalaman setiap karakter dirangkum secara tepat, sehingga yang penting tidak hilang, tidak terlalu kompleks dan episode lucu pun tetap ada. Begitu juga dengan kesan saya terhadap Kamome Reina sebagai remaja yang sedang tumbuh mencari jati dirinya.

Muda tidak seharusnya diisi dengan keluh kesah, namun dengan senyuman. Muda tidak boleh kalah dengan apa kata orang, karena jiwa muda harus tetap berjuang. Baik itu dalam cinta maupun karya.

Heroine Story | oleh Robet Fujita

Categories: Artikel

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: