Brand “minori” Ikut Mengakhiri Perjalanan Cerita

Published by admin on

Tahun ini dunia Visual Novel kembali mendapatkan berita sedih. Jika kemarin dengan Sprite yang mengumumkan penghetian produksi serial AoKana serta penutupan perusahaan. Kali ini brand yang cukup senior, minori mengumumkan untuk berhenti memproduksi Visual Novel kembali.

Melalui situs resmi mereka, per tanggal 25 Januari 2019, setelah merilis karya terbaru mereka, “Sono Hi no Kemono ni wa …” minori menyatakan telah berhenti untuk membuat VIsual Novel lagi. Bersamaan dengan itu, minori juga membubarkan semua tim produksinya.

Ada beberapa alasan mundurnya minori dari dunia VIsual Novel, hal ini dijelaskan oleh produser minori, Sakai Nobukazu alias nbkz dalam situs resmi minori.

Pertama, karena staf minori merasa sudah mengkhianati kepercayaan para pemain dan konsumen yang telah menunggu karya mereka. minori sering merubah tanggal perilisan setelah mengumumkan tanggal resmi perilisan. Bagi mereka kepercayaan yang sudah dibuat sudah tidak ada gunanya lagi jika dari pihak minori sendiri sering tidak konsisten. Maka dari itu, minori merasa berhenti dari produksi adalah sebuah penalti yang tepat sebagai pengganti kepercayaan yang hilang dari penggemar ataupun konsumen.

Kedua, minori tidak mampu memenuhi keseimbangan antara “Visual Novel yang ingin dibuat minori” dengan “Visual Novel yang diinginkan konsumen atau penggemar.” minori merasa, sebagai brand mereka harus membuat apa yang mereka inginkan, namun dalam dunia bisnis, keinginan konsumen adalah hal yang utama. Namun menjaga keseimbangan itu, dengan menambah variasi genre setiap waktu adalah hal yang sulit.

Ketiga, beberapa staf minori sudah menjadi anggota atau sudah bekerja di perusahaan lain. Dan hal ini adalah sesuatu yang perlu dihargai. Selain itu, pengalaman dan ilmu yang sudah didapat dari minori pasti dapat berguna di masyarakat dan perusaahan lain untuk membantu mengembangkan budaya, dalam hal ini adalah Visual Novel.

Keempat, minori dibentuk dengan air mata dan darah dari para staf. Terus membuat karya, namun dengan merubah tujuan atau arah perusaahan sama saja dengan merusak semua usaha yang dilakukan dahulu. Memang perubahan itu penting dalam sebuah perusahaan, tapi nama brand minori tidak perlu ikut dalam perubahan tersebut.

Kemudian Nobukazu menambahkan dengan keadaan sekarang, minori sudah tidak mampu lagi menjaga passion, lingkungan, semangat, dan kualitas produk seperti dulu. Meskipun ada berbagai kesempatan untuk bangkit, minori tidak mampu menggunakan kesempatan itu dengan baik.

 

Bagi yang belum tahu, minori adalah brand yang terbentuk sejak musim dingin tahun 2000. Kemudian berubah menjadi perusahaan mandiri pada tahun 2007. Dengan umur 18 tahun, minori sudah membuat berbagai karya yang terkenal seperti serial “ef”, “Supipara”, “Sore Yori no Prologue“, hingga “Trinoline

Dengan begini, tahun 2019 dibuka dengan 2 kemunduran brand besar. Hal ini bisa dikatakan wajar dalam bisnis seperti ini. Bisa jadi hanya sebuah masalah dipermukaaan karena beberapa tahun belakangan ini, brand-brand baru semakin banyak bermunculan. Apa pendapat kalian?

Sumber: Situs Resmi minori

oleh HERO Soft

Categories: Artikel

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: