Cafe Stella to Shinigami no Chou, Kafe untuk Lari dari Kematian

Published by Robet Fujita on

Ketika YUZUSOFT merilis karya terbarunya, warganet pasti heboh. Wajar, karena kualitas grafis, dan keimutan karakter selalu konsisten. H-Scene pun tetap mewah seperti karya-karya mereka sebelumnya. Terus, bagaimana dengan karya YUZUSOFT ke-11 ini?

Sinopsis

Kali ini cerita berpusat pada tokoh protagonis, Takamine Kousei. Seorang siswa sekolah biasa, di mana pada suatu harus harus meninggal begitu saja. Tentu saja ini bukan certa utamanya. Singkat cerita, Kousei terbangun di pagi hari tepat sebelum dia meninggal. Penasaran, dia segera pergi menuju tempat dia seharusnya meninggal.

Untungya kali ini dia tidak meninggal lagi, malah bertemu dengan seorang dewa kematian, dan kucing yang mampu ngomong dengan bahasa manusia. Sakti. Menurut dewa kematian, Kousei belum selamat dari takdir kematian. Untuk mencegahnya, dia harus membuka sebuah kafe. Iya benar, kafe.

Kousei akhirnya bisa menghindar dari kematian untuk sementara waktu, namun hidup ternyata tidak semudah itu. Di sini, Kousei bertarung melawan takdirnya untuk mati, sambil mengembangkan cerita cinta selama dia masih hidup.

Komentar

Tidak ada komentar spesial dari kami. YUZUSOFT sebagai pengembang Cafe Stella to Shinigami no Chou mampu membawakan konsep yang baru, latar yang baru, meski masih ada kemiripan di sana-sini. Versi purwarupa mungkin sudah teman-teman mainkan. Dari perkiraan kami, karya terbaru YUZUSOFT ini akan masih seperit YUZUSOFT biasanya. Jadi, bagi para penggemar berat pengembang jeruk ini, Cafe Stella to Shinigami no Chou tidak boleh dilewatkan!

Detail

Judul 喫茶ステラと死神の蝶
Brand/Studio YUZUSOFT
Tanggal Rilis 20 Desember 2019
Illustrator Kobuichi, Muririn
Skenario Amamiya Ritsu, Kazuki Fumi
Tautan VNDB https://vndb.org/v26414

Sampel CG/Cuplikan Video

c1062475sample6c1062475sample7

Versi Purwarupa

130492130497

 

Unduh (VPN)

© 2019 YUZUSOFT


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: