Tips Mencari “Visual Novel Jodoh”

Published by Robet Fujita on

Banyaknya Visual Novel yang rilis setiap bulannya mungkin membuat kita merasa bingung hingga kewalahan untuk memilih yang mana, dan mulai dari mana. Bahkan, mungkin sampai-sampai Visual Novel yang dirilis tahun sebelumnya, baru bisa kita mainkan akhir-akhir ini karena saking bingungnya atau sibuknya pekerjaan kita. Sehingga banyak judul pun harus antri untuk dimainkan.

Selain itu, bagi yang baru pertama kali mengenal Visual Novel, tidak mudah mencari judul yang tepat, dan sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Sehingga, harus bertanya ke teman-teman atau kenalan yang lebih paham mengenai Visual Novel.

Melalui artikel ini, mari mengetahui cara mencari Visual Novel yang mungkin saja dapat menjadi jodoh bagi teman-teman 

Tentukan cerita favorit

gallery01_compressed

Faktor utama yang bisa diperhatikan adalah ceritanya. Namun tentu saja, karena belum dirilis, apalagi belum memainkannya, maka kita tidak tahu ceritanya. Oleh karena itu kita butuh Sinopsis. Sinopsis setidaknya berisi  sebagian besar dari alur cerita sebuah Visual Novel. Dari sinopsis kita juga bisa mengetahui kira-kira apa masalah yang akan terjadi, serta fokus utama dari sebuah Visual Novel. Dan dari synopsis, kita juga bisa mengetahui, kira-kira Visual Novel tersebut memiliki genre apa. Dengan begini, kita bisa menyesuaikan Visual Novel tersebut sesuai kriteria kita apa tidak.

Nah dari mana kita tahu sinopsis-sinopsis tersebut? Cari laman ataupun grup Facebook yang membahas Visual Novel, teman-teman bisa mencari artikel, kiriman yang menarik minat teman-teman.

Cari karakter (Heroine) favorit

Opera Snapshot_2018-02-12_231604_www.pulltop.com

Jika merasa sinopsis kurang untuk menjelaskan bagaimana gambaran mengenai suatu Visual Novel, kita bisa melanjutkan dengan melihat karakter-karakter apa saja yang muncul di dalamnya. Dalam Visual Novel, karakter yang merupakan pembangun sebuah cerita, sifat dan watak suatu karakter juga akan menentukan jalannya sebuah cerita. Jika karakternya suka bercanda, mungkin Visual Novel tersebut akan memiliki cerita yang lucu.

Pengisi suara (Seiyuu) juga tidak kalah penting (jika memang tahu dan paham). Kemampuan seorang pengisi suara juga akan sangat berpengaruh dengan karakter yang akan tercipta, ada yang ahli dengan suara wanita dewasa yang kalem, ada juga yang ahli dengan suara adik yang cerewet.

Begitu juga dengan penampilan fisik dari karakter tersebut. Demen yang ada rambutnya pirang? Atau Osananajimi (teman masa kecil), atau ehem …. Istri orang?

Dengan melihat siapa saja yang muncul, bisa membantu kita memilih apa Visual Novel tersebut sesuai dengan kita atau tidak.

Lihat ulasan atau versi purwarupanya

screenshot-58

Sudah ketemu sebuah Visual Novel bagus, tapi masih ragu, karena kenangan masa lalu? Mungkin sebuah ulasan bisa membantu meyakinkan hati teman-teman yang bimbang. Membaca ulasan membuat kita bisa mengetahui bagaimana isi dan jalannya cerita dari sebuah Visual Novel. Bahkan rute-rute rahasia, hingga ‘nasib’ sebuah karakter bisa saja kita ketahui dari sebuah ulasan. Tentu saja kita juga harus memilih ulasan yang tepat. Bukan ulasan yang hanya menilai bagus dan jeleknya, atau ulasan yang isinya hanya bocoran cerita saja. Melalui ulasan kita juga melihat video pembukanya.

aoUuf

Dan jika masih bingung juga, kalian bisa memainkan versi purwarupa. Sesuai namanya, versi purwarupa merupakan versi yang dirilis untuk dicoba. Biasanya berisi sebagian kecil dari versi penuhnya. Dengan begini, kalian bisa benar-benar tahu dan memahami Visual Novel yang diminati. Dan yang paling penting, Versi purwarupa bisa diunduh secara resmi, langsung dari situs resmi setiap pengembang terkait.

Tentukan prioritas

wpiihvw

Mungkin sudah ada beberapa judul Visual Novel yang sudah jadi ‘calon’ untuk dimainkan. Jika merasa terlalu banyak, kalian bisa membuat sebuah prioritas kecil. Prioritas ini bisa kalian sesuaikan dengan situasi dan keadaan masing-masing. Jika sudah kebelet bertemu dengan Ako dari “Making*Lovers”, mungkin bisa menamatkan rute itu terlebih dahulu. Begitu juga ketika sudah tidak sabar, bermesraan dengan Ako dari “HarmonEy”. Atau sudah bosan dengan cerita sejarah Jepang yang tidak ada ujungnya, bisa rehat sejenak untuk memainkan judul lain yang menurut kalian lebih menarik untuk dimainkan saat itu juga.

Teman-teman juga dapat membuat prioritas berdasarkan durasi Visual Novel tersebut. Teman-teman dapat memainkan Visual Novel dengan durasi pendek terlebih dahulu, biar daftar antrian tidak terlalu banyak.

Bagus itu relatif

fwfwf

Dalam membahas sebuah Visual Novel lebih baik jangan sering menggunakan pemikiran yang subjektif. Tidak hanya Visual Novel, tapi juga karya-karya lain seperti Anime, Manga, bahkan film. Karena gambarnya Moe, jangan langsung menganggap bahwa ceritanya jelek, atau karena genrenya Yuri terus kita menganggapnya jelek. Atau karena penulis scenario, illustrator dan lain sebagainya kita jadi menyempitkan pandangan kita.

Bagusnya atau tidaknya sebuah karya itu relatif. Tidak selalu karena brandnya bagus, ceritanya bagus. Belum tentu karena banyak H-Scene, maka cerita jadi jelek. Pembuatan Visual Novel itu bukan masalah satu bagian, bukan hanya penulis skenario, bukan hanya pengisi suara, atau Illustrator. Tapi kerja sama satu tim besar untuk membuat sebuah judul dan cerita secara keseluruhan sesuai target tertentu.

Karena itu, daripada mencari yang ‘bagus’ sesuai, ada baiknya sesekali memainkan suatu Visual Novel terlebih dahulu sebelum bertanya. Jika hanya mampu memahami bahasa Inggris, cari yang sudah terjemahan dan mainkan. Tidak bertanya bagus atau tidak, mainkan dulu. Mungkin saja akan ketemu jodohnya.

Jangan terlalu serius, tapi hargai mereka yang ingin serius

akina_wall.jpg

Visual Novel adalah permainan, sesuatu yang kita cari untuk mencari kesenangan. Maka dari itu, tidak perlu berselisih hanya karena beda pendapat dan genre. Percuma kita bermain hanya karena ingin cari sensasi, tapi kita sendiri tidak menikmati permainannya. Kasihan yang sudah susah payah membuatnya. Jadi jangan terlalu serius sampai-sampai membenci orang lain, tetap dingin, dengan pemikiran yang terbuka akan pendapat orang lain, dan nikmati apa yang kalian sukai.

Namun tetap hargai mereka yang mau repot-repot melakukan kajian-kajian terhadap apa yang mereka gemari, memainkan Visual Novel favorit sampai dari malam hingga pagi, bahkan mau berdebat panas merepresentasikan sebuah ideologi dan budaya dalam suatu Visual Novel. Selama sama-sama senang, tidak ada yang perlu dirisaukan.

Sehingga pada akhirnya, dalam memilih Visual Novel adalah jujur pada diri sendiri. Dengan mengetahui apa yang kita sukai, kapan kita memiliki waktu luang, dan seberapa cepat kita untuk menyelesaikan sebuah Visual Novel dengan begitu kita akan cepat tahu mana ‘jodoh’ yang tepat untuk kebutuhan kita.

Referensi:

Gambar:
(Dari atas)
[Cover] Windmill/ARES. (2016) “Hatsukoi Sankaime”
1. Ensemble/WillPlus. (2018) “Koi ha Sotto Saku Hana no You ni”
2. Pulltop/WillPlus. (2018) “Sora to Umi ga, Fureau Kanata”
3. RASK. (2016) “Re:Lief`Shinai Naru Anata e-”
4. Windmill/ARES. (2018) “Yakusoku no Natsu, Mahou Lovers no Yume”
5. Hachimitsu Soft. (2018) “HarmonEy”
6. Ensemble/WillPlus. (2018) “Koi ha Sotto Saku Hana no You ni”
7. Navel. (2018) “Kimi to Mezameru Ikutusuka no Houhou”
8. Laplacian. (2018) “Mirai Radio to Jinkoubato”

KAORI Nusantara. 2017. Ini 6 Tips Menghindari “Gagal Move On” Tiap Musim Anime Baru

Categories: Fokus

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

2 Comments

Andre Riswanda · 27/05/2020 at 3:15 pm

nice tenkyu min

Nominasi Visual Novel : Dukungan atau Hiburan? – HERO Soft · 25/06/2018 at 8:03 pm

[…] penghargaan membuat semakin bingung untuk menentukan Visual Novel yang cocok untuk kalian. Artikel Menemukan Visual Novel “Jodoh” mungkin bisa membantu, untuk menentukan Visual Novel sesuai kriteria […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: