Di Balik Tren Visual Novel Tertunda

Published by admin on

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Visual Novel memiliki tanggal rilis yang sebagian besar atau bahkan semuanya terletak pada waktu yang sama. Tepatnya pada hari Jumat, minggu terakhir setiap bulannya. Sehingga hari tersebut juga memiliki julukan sebagai Hari Eroge. Pembahasan mengenai Hari Eroge dapat dibaca dalam artikel Infografis: Hari Eroge! Apa itu?

Namun, ada kalanya dalam suatu Hari Eroge terdapat satu atau dua Visual Novel yang mengundurkan diri dan berpindah ke bulan berikutnya. Bahkan hingga beberapa bulan setelahnya. Dengan kata lain, pihak pengembang dari Visual Novel tersebut menunda tanggal perilisan karya mereka ke waktu yang lebih lama. Kenapa hal ini dilakukan? Bukannya dengan menunda tanggal perilisan, pihak pengembang tidak akan mendapatkan penghasilan? Selain itu, para pemain juga jadi kecewa kan? Apa yang sebenarnya terjadi?

———————————————

Dalam artikel ini akan mengangkat beberapa alasan umum kenapa pengembang harus menunda tanggal perilisan suatu Visual Novel

Tim tidak mematuhi tenggat yang sudah ditentukan

Dalam pembuatan sebuah gim khususnya Visual Novel, tentu saja banyak orang yang bekerja dibalik layar dalam satu tim untuk menciptakan suatu gagasan atau ide menjadi sebuah produk untuk dijual. Dalam proses ini pasti punya batas waktu pengerjaan yang sudah ditentukan. Sehingga, diharapkan produk dapat sampai ke tangan konsumen tepat waktu. Namun, dengan adanya satu atau dua anggota tim yang tidak patuh dengan batas waktu ini, semuanya menjadi berantakan.

Apalagi jika penulis skenario tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Kenapa begitu? Secara umum, dalam proses produksi Visual Novel selain pengarah produksi, penulis skenario juga punya andil besar untuk menentukan bagaimana cerita dan konsep dasar dari sebuah Visual Novel yang sedang dibuat. Penulis skenario juga lah yang biasanya punya gambaran siapa saja tokoh yang muncul, bagaimana karakternya, di mana latarnya, adegan apa saja yang akan terjadi, dan lain sebagainya. Jika penulis skenario terlambat menentukan itu semua maka, semua anggota tim yang lain (dalam hal ini illustrator) juga akan kesulitan melanjutkan pekerjaan. Kalau pondasinya saja belum selesai, bagaimana mau membangun dindingnya?

スクリーンショット (227)スクリーンショット (228)

Perhatikan gambar di atas. Misalnya penulis mengaku sudah menulis hingga 1200 KB dari target 1500 KB, ternyata masih 38 KB. Hal tersebut akan membuat semua proses ke hilir jadi berantakan.

Tetapi, penulis skenario tidak bisa disalahkan terus. Karena dalam beberapa kasus terdapat kejadian di mana illustrator ternyata tidak bisa menepati batas waktu yang sudah ditentukan. Misalnya karya perdana Citrus, Tasogare no Folklore yang rilis bulan Juni 2019 lalu (Rencana Rilis awal adalah bulan April 2019). Di mana semua bagian sudah selesai, termasuk rekaman pengisi suara. Tetapi, CG dan beberapa gambar lainnya ternyata belum selesai hingga beberapa hari menjelang perilisan.

Aliran dana yang kurang lancar

Membuat Visual Novel tentu saja membutuhkan dana yang luar biasa besar. Membutuhkan kira-kira 10 juta hingga 100 juta yen tergantung seberapa panjang cerita dan berapa banyak CG yang digunakan. Sebelum memulai produksi, tim akan menentukan dan merencanakan seberapa banyak dana yang akan dihabiskan untuk membuat satu judul Visual Novel.  Namun, ternyata dalam perjalanannya tidak berjalan sesuai rencana.

Opera Snapshot_2019-08-06_200753_www.asa-pro.com

(c) Ren’ai Karichaimashita/ASa Project 2019

Seperti membangun rumah, banyak pengeluaran yang tiba-tiba muncul diluar rencana. Dalam pembuatan Visual Novel, CG yang berkemungkinan besar mengalami perubahan mendadak. Hal ini bisa terjadi karena terdaat penambahan adegan, perubahan ekspresi karakter, atau perubahan adegan yang mendadak muncul di tengah proses produksi. Sehingga, misalnya dari yang awalnya hanya membutuhkan 40.000 yen untuk satu CG, menjadi 100.00 yen per CG karena adanya permintaan dadakan. Kalau sudah begini, pihak pengembang harus mencari sumber dana baru jika ingin karya mereka bisa cepat dirilis. Kalau tidak, perilisan harus ditunda hingga dana produksi bisa kembali tercukupi

Bug, Kesalahan Sistem pasca produksi

Masalah pada fase ini mungkin menjadi yang paling menjengkelkan, baik bagi pengembang maupun konsumen. Masalah ini biasanya muncul ketika pihak pengembang sudah merilis Versi Trial atau bahkan sudah mengumumkan Master UP. Baik itu bug dalam program, kesalahan penulisan atau peletakan skenario, hingga masalah dengan pihak distributor. Salah satu pengembang yang pernah mengalami hal ini adalah Windmill. Pada tahun 2013, Windmill sudah mengumumkan Master UP untuk karya terbaru mereka HHG -Megami no Shuuen-. Tidak lama setelah itu, ternyata ditemukan kesalahan pada skenario, dimana semua skenario H-Scene yang dibuat oleh pihak ketiga merupakan hasil duplikasi (salin-tempel) dari Visual Novel lain. Melihat hal ini, Windmill langsung mengumumkan penundaan tanggal rilis.

c776416package

Tetapi, selama tahun 2018-2019 sangat jarang terjadi penundaan tanggal rilis tepat setelah Master UP maupun setelah perilisan Versi Trial. Sehingga, Visual Novel yang sudah mendapatkan status Master UP, kemungkinan besar akan dirilis tepat pada waktunya. Seandainya terdapat kesalahan pun, pihak pengembang akan merilis patch untuk memperbaikinya.

Taruhan jumlah Pre-Order

Jika beberapa faktor sebelumnya berhubungan langsung dengan proses produksi, faktor yang satu ini berhubungan dengan proses pemasaran. Secara umum, penjualan Visual Novel di Jepang sangat bergantung pada jumlah Pre-Order. Alur dari penjualan Visual Novel di Jepang biasanya seperti ini;

Proses Produksi –> Bahan Mencukupi untuk promosi –> Pembukaan Situs Resmi (Pengumuman tanggal rilis) –> Masa Pre-Order –> Perilisan CG –>Pengumuman pengisi suara –>Versi Trial –> Pengumuman Master UP –> Rilis

Dalam tahap pembukaan situs resmi, seringkali pihak pengembang belum mengumumkan tanggal perilisan. Jika itu terjadi, dapat diketahui bahwa Visual Novel tersebut masih dalam pengembangan dan belum siap untuk ditampilkan kepada publik. Namun, jika tanggal rilis sudah diumumkan, secara otomatis tanggal Pre-Order juga akan diumumkan. Di saat pengumuman tanggal Pre-Order inilah pihak pengembang mulai menghitung perkiraan jumlah dana yang masuk dari banyaknya pemesan.

Seandainya jumlah Pre-Order tidak sesuai target untuk menutup biaya produksi, maka kemungkinan besar tanggal rilis Visual Novel tersebut akan ditunda. Dengan menunda tanggal perilisan, tim promosi memiliki kesempatan yang lebih lama untuk mempromosikan karya mereka. Misalnya dengan mengadakan giveaway atau mengadakan talkshow yang bertajuk kompensasi atas tertundanya perilisan Visual Novel terkait.  Dengan status tertunda, pengembang malah punya kesempatan untuk dikenal lebih banyak orang.

D_MM1C3U8AA2jxI

Masih ingat karya terbaru Marmalade ini? Study x Steady mungkin saja masih mengejar target Pre-Order. Karena harus ditunda tidak lama setelah video pembuka dirilis. Visual Novel ini tertunda dari bulan Juli menjadi bulan September.

Tidak tercapainya target Pre-Order juga dapat dipengaruhi oleh banyaknya Visual Novel yang rilis dalam satu hari. Misalnya pada satu bulan Mei 2018 terdapat 10 Visual Novel yang akan rilis. Ditambah lagi, terdapat Visual Novel dari pengembang yang sangat terkenal, misalnya Key. Hal tersebut akan membuat persaingan Pre-Order akan menjadi ketat. Karena otomatis konsumen akan memesan Visual Novel yang terbaik pada waktu itu.

Untuk menghindari kalah saing jumlah Pre-Order, banyak pengembang mundur ke bulan-bulan lain yang dirasa tidak terdapat saingan kuat, sehingga dapat menarik konsumen lebih banyak lagi. Dengan begitu, pengembang dapat merilis Visual Novel tanpa harus takut mendapat rapor merah dalam laporan keuangannya.

Bagaimana dengan pengembang yang sudah mengumumkan Master UP bersamaan dengan pengumuman tanggal rilis?

Menurut Ono Wasabi, penulis skenario dan pengarah produksi di Laplacian hal tersebut cukup berisiko. Karena mungkin saja hasil penjualan tidak bisa menutupi ongkos produksi. Tapi, lain hal jika pihak pengembang mempunya sumber dana yang cukup besar, sehingga tidak perlu menghitung jumlah Pre-Order, namun hanya perlu menunggu ongkos produksi tertutupi seiring berjalannya waktu. Misalnya saja, Wakaba-iro no Cartet karya Lump of Sugar yang akan dirilis pada bulan Agustus 2019, yang sanggup mengumumkan Master UP bersamaan dengan pengumuman tanggal rilis.

———————————————

Bagi yang penasaran dengan proses produksi Visual Novel secara umum. Dapat menikmati Shoujo-tachi wa Kouya o Mezasu. Baik Visual Novel ataupun adaptasi kartunnya. Namun jika ingin cerita lebih lengkap, disarankan untuk memainkan Visual Novelnya terlebih dahulu. Dalam Visual Novel tersebut dapat ditemukan sedikit cerminan tentang keadaan industri Visual Novel di Jepang.

スクリーンショット (257)

Kesimpulannya, belum tentu Visual Novel yang tertunda karena ulah tim produksinya. Karena banyak Visual Novel bagus harus menunda tanggal perilisan disebabkan jumlah konsumen yang tertarik tidak sesuai target. Tetapi, salama tertudanya perilisan dapat membuat kualitas suatu Visual Novel menjadi lebih baik, konsumen pasti akan ikhlas. Dan tentu saja akan meningkatkan hasil penjualan pasca perilisan karena mendapatkan rating yang positif dari pemain.

Artikel Spesial | oleh Robet Fujita

Referensi:

Hyouro, Kudama, 2016, Enki no Riyuu. Tautan Artikel

Yamato, Tamaki, 2008, Eroge no Souba Oshiemasu. Tautan Artikel

Gambar Cover: Kagi o Kakushita Kago no Tori: Misteri dalam Sangkar Burung


0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: