[Heroine Story] Kitaooji Karen

Published by admin on

“Namanya juara tidak ada duanya” Sebagai salah satu judul yang cukup juara di tahun 2017 Heroine yang ada di Making*Lovers tetap menarik untuk dibahas. Apalagi dengan konsep yang sangat kuat dalam menonjolkan karakter dan kepribadian setiap Heroine, membuat salah satu Heroine di Making*Lovers ini layak kita kenali dan kita cintai. Ini dia Kitauji Karen.

Karir awal yang terlunta-lunta

karen1

Setelah lulus kuliah, Karen yang memiliki niat biasa-biasa saja, akhirnya bekerja di perusahaan yang biasa-biasa saja, dengan pekerjaan yang biasa, namun hasilnya yang bisa dibilang, kurang dari level biasa.

Pekerjaan yang berat namun gaji yang tidak cukup, serta tempat kerja yang katanya berpindah-pindah, apalagi dia ditipu oleh teman baiknya sekaligus teman sekamarnya membuat kehidupan Karen di masyarakat sempat terlunta-lunta. Ditambah lagi uang untuk membayar uang sewa kamar yang ditinggali Karen dibawa kabur oleh temannya tadi.

Untung ada Kazuma

Meski bertemu (kembali) dengan Kazuma di acara yang mirip dengan acara perjodohan, tapi Karen masih belum ‘terselamatkan’. Setelah ketahuan Kazuma, karena Karen memakai baju yang sama persis seperti malam mereka bertemu, Kazuma pun mengajaknya untuk tinggal di apartemennya. (Tinggal bersama perempuan, teman satu angkatan, mantap!)

Setelah berbagai adu argument, sungkan di sana-sana dan berbagai cekcok sana-sini, Kazuma dan Karen akhirnya tinggal bersama di suatu rumah yang mereka cicil bersama, layaknya pasangan baru kawin.

Setelah lama kenal, tambah cinta

karen2

Karen: Keringatmu banyak sekali.

karen3

Kazuma: Sial! Panas! Sampai lidahku mati rasa

karen4

Karen: Lo keringatmu sampai dagu tuh ….

karen6

Kazuma: Seakan kita ini seperti ….

karen7

Karen: Hm?

karen8

Kazuma: Dokter yang sedang operasi dan asistennya.

karen9

Karen: Tolong, ya!

Karen dan Kazuma memang teman satu angkatan saat kuliah. Tapi bukan berarti mereka akrab layaknya di sinetron. Awalnya Karen tidak suka sifat Kazuma yang cara bicaranya ceplas-ceplos, kadang kotor, dan seenaknya sendiri. Tapi setelah tinggal bersama, ngobrol bareng, Karen pun perlahan mulai menyukai Kazuma. (Sekali lagi, tidak seperti sinetron yang awalnya sok enggak suka, tapi lama-lama suka, dan itu terus diulang-ulang tiap harinya.) Perlahan tapi pasti, Karen mulai menyukai sifat Kazuma yang seenaknya sendiri, ceplas-ceplis dan bicaranya kadang ngawur itu.

Keras kepala tapi kalau sudah manja, masyallah!

Pada dasarnya, Karen memiliki idealisme yang kuat. Dia sangat mempertahankan apa yang dia inginkan dan impikan. Serta berusaha untuk tidak meminta bantuan sedikitpun kepada orang lain. Sehingga hal itu membuat Karen sering memendam masalah yang dimiliknya sendirian, tanpa curhat ke siapapun, bahkan temannya. Namun Kazuma ternyata mampu membawa sisi lain dari Karen untuk muncul.

karen12

Contohnya? Karen ternyata suka bercerita tentang banyak hal, dan sangat manis jika sudah mulai curhat. Dan kalau sudah manja-manjanya, tidak segan-segan dia mengajak kencan, bahkan main ranjang! Tapi karena mungkin Karen itu tidak mau membenani orang lain termasuk Kazuma, mintanya pun kadang terlalu nanggung. Minta kencan, tapi yang murah-murah aja. Ngajak kencan tapi terserah Kazuma.

Dan yang pasti, setelah mengenal Karen lebih dalam, kita jadi tahu, Karen juga perempuan. Dia juga pasti merasa kesepian jika lelaki yang dia cintai ternyata tidak mencintainya. Meski sok kuat, Karen juga cemburu kok jika Kazuma bertemu cewek lain, adiknya Ako misalnya.

Oh, ya Karen juga suka memasak dan merawat bunga

Hal ini menambah kefiminiman Karen dibalik sifatnya yang berusaha tegar dan keras kepala. Meski awalnya dia bekerja di perusahaan yang biasa-biasa saja, Karen juga punya mimpi. Yaitu Flower Arragment. Kesukaannya terhadap bunga, membawa Karen menjadi karyawan sekaligus murid dari Florist terkenal.

karen11

Menjadi mandiri dan tidak tergantung siapapun memang hal yang luar biasa. Dan mungkin didambakan oleh banyak orang. Namun terlalu terpacu pada kemandirian terkadang membuat kita lupa akan sekitar, dan memaksakan diri sendiri. Seperti Karen, “terkadang” kita butuh orang yang mendukung kita saat lelah, mengajak kita tertawa saat merasa murung, menenangkan kita saat gelisah, hingga membantu kita untuk mengambil keputusan yang mungkin tidak bisa kita putuskan sendiri.

Heroine Story | oleh Robet Fujita

Data Terkait

Visual Novel Terkait Making*Lovers
Pengisi Suara Kitami Rikka
Ulang Tahun
Tautan VNDB https://vndb.org/v21552

*Semua gambar/video dalam artikel ini merupaka milik dari SMEE sebagai pemegang hak cipta


0 Comments

Dimas Dwiki Wijaya · 05/08/2019 at 4:30 pm

making lover ini bagaimana ya ngecracknya selalu minta windows seri jepang

dana592 · 03/09/2019 at 11:57 am

Heroine favorit aku ini. Chemistry-nya menurutku paling dapet.dengan si protagonist daripada heroine yang lain.

NI Chan · 03/09/2019 at 12:28 pm

Min, tlong review Tougane Mia dari visual novel E School Life juga dong.

    Robet Fujita · 06/09/2019 at 8:59 pm

    Terima kasih telah membaca artikel kami. Namun daripada menunggu kami membahasnya, bagaimana kalau kakak menulis Heroine tersebut? Karena Heroine Story terbuka untuk umum, dan bagi siapa saja yang ingin menulis Heroine favoritnya kok.

Dimas Dwiki · 24/10/2019 at 9:00 am

untuk translate apa menggunakan visual novel reader ?
kalo iya, gimana ya cara konfigurasi yang benar soalnya VNR saya tidak sempurna mentranslate Produc” SMEE, QRUPOO, DLL

Komentar di sini

%d bloggers like this: