Saat Lelah Mengejar Impian, Istirahatlah Sejenak. Terus, Nikmati Cerita Mereka

Published by Robet Fujita on

Baik impian besar, maupun kecil dan sederhana sekalipun tidak masalah. Dengan memiliki impian, setiap orang dapat menikmati hidupnya lebih baik daripada tidak punya sama sekali. Tentu saja, setiap orang memiliki mimpi masing-masing, sekecil apapun itu.

Dalam proses untuk mewujudkan impian itu, tentu tidak semua memiliki previlege yang sama. Yang mampu yang gampang saja, bilang sukses. Kalau tidak punya sumber daya yang cukup, terkadang impian jadi terlihat jauh, dan sulit untuk diwujudkan.

Takizawa Yuuri, Aoi Tamaki, dan Ninomiya Eri juga memiliki impian mereka masing-masing. Contohnya Ninomiya Eri, seorang gadis biasa dari desa yang ingin sekali menjadi seorang pengisi suara. Lingkungan di sekitarnya membuat impiannya menjadi sulit untuk terwujud. Lain halnya dengan Aoi Tamaki yang merasa kehilangan jati diri setelah memainkan berbagai peran orang lain dalam jangka waktu lama. Dia merasa kehilangan arah untuk mencapai impiannya, sehingga dia kehilangan kemapuannya untuk tampil di tempat umum.

Nimomiya Eri © PULLTOP Hak Cipta Dilindungi

Ketika dalam perjalanan mengejar mimpi, saatnya istirahat, Kepulauan Ogasawara menjadi pilihan yang tepat bagi mereka. Kepulauan milik Jepang yang jauhnya 1000 kilometer dari Tokyo, tepatnya di Samudra Pasifik. Jauh dari hiruk pikuk kota, hanyalah pulau yang sedikit penduduk, dan terkesan terisolasi.

Di sini, Yuuri, Tamaki, dan Eri bertemu di sebuah stasiun radio yang sudah bangkrut. Melalui Radio mencoba hal yang benar-benar baru di tengah kelelahan menghadapi kenyataan. Menjadi host di sebuah radio ternyata perlahan membantu mereka menemukan jati diri yang sesungguhnya.

Tamaki-chan © PULLTOP Hak Cipta Dilindungi

Terlepas dari bagaimana mereka cara rehat dari kelelahan menghadapi kenyataan, penulis merasa mencoba melakukan sesuatu yang baru diluar rutinitas sehari-hari sangat diperlukan. Selain bisa menjadi pelepas penat, mencoba hal baru bisa menjadi bahan evaluasi hingga renungan terhadap diri sendiri, dan kegiatan yang selama ini dilakukan.

Jadi penyiar radio misalnya. © PULLTOP Hak Cipta Dilindungi

Ano Hi no Tabibito, Fureau Mirai, adalah Visual Novel rating All Ages dengan cerita cinta remaja yang ringan, khas Visual Novel populer. Namun, melihat Ano Hi no Tabibito, Fureau Mirai yang merupakan spin-off dari Sora to Umi ga, Fureau Kanata yang dirilis PULLTOP 2018 silam, membuat penulis yakin untuk merekomendasikan Visual Novel ini bagi teman-teman yang mencari cerita ringan, dengan visual yang mantap, durasi pendek, dan bisa mendapat pengetahuan baru yang dibahas secara ringan.

Ano Hi no Tabibito, Fureau Mirai memang bukan yang terbaik di kelasnya, terutama bagian cerita. Namun, visual yang diberikan akan sangat memuaskan. Apalagi, bagi teman-teman yang mencari Visual Novel tanpa H-Scene.

Tapi yang pasti, Ano Hi no Tabibito, Fureau Mirai bisa jadi referensi dan inspirasi bagi teman-teman yang sedang lelah, dan berbeban berat mengejar impian. Karena, mungkin saja dengan menikmati cerita Yuuta dan dua Heroine dalam Visual Novel ini, teman-teman bisa mendapatkan semangat kembali, inspirasi baru untuk kembali mengejar mimpi.

Nantikan Visual Novel ini pada 28 Agustus 2020 mendatang. Sambil menantinya, silakan simak video pembukanya berikut ini:


Teman-teman juga dapat menyumbangkan tulisan seperti ini ataupunopini, rekomendasi, hingga ulasan untuk dimuat di laman HERO Soft. Tulisan yang menarik akan mendapatkan sedikit imbalan sebagai rasa terima kasih. Silakan menghubungi HERO Soft melalui laman Facebook, Twitter, maupun Instagram.

Categories: Rekomendasi

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: