Saleté, Panggung Sandiwara Penuh Derita

Published by Robet Fujita on

Meski memiliki nilai plus sendiri bagi yang menggemari cerita gelap, sayang sekali Visual Novel seperti ini kurang dapat perhatian.

Memang, karakter imut dengan tema kehidupan yang begitu cerah merupakan unsur-unsur yang paling umum ditemui di dalam Visual Novel akhir-akhir ini. Namun, Visual Novel dengan genre gelap ternyata tidak kehilangan tempatnya. Memang, genre-genre seperti ini sebenarnya kurang disukai, tetapi apa salahnya jika mengenal salah satu dari mereka.

Di bulan Januari ini, penulis mendapat sedikit promosi di grup Discord Laplacian. Di sana yang empunya NO BRAND memerkan hasil kerjanya dengan beberapa temannya dalam membuat pengembang baru, Soiree. Di akhir bulan Januari, tepatnya 31 Januari mendatang, mereka merilis karya perdana, Saleté. Sebagai empunya pengembang Visual Novel bergenre gelap, tentu yang dia promosikan juga bergenre sejenis.

Apa yang menarik? Saleté bercerita tentang Saleté. Jelas. Saleté adalan tokoh protagonis dalam Visual Novel ini. Saleté adalah seorang aktris panggung sandiwara yang benar-benar jenius. Sejelek apapun naskah yang dia terima, Saleté mampu memerankannya dengan maksimal.

Namun, panggung tempat Saleté bersandiwara bukanlah panggung biasa. Panggung di mana Saleté berdiri tidak memiliki penonton. Panggung yang penuh dengan darah, putus asa, dan rasa dengki. Panggung di ujung kematian.

Semua sandiwara Saleté adalah masa lalu. Dia berdiri di sana untuk mencari alasan kematiannya. Semua sandiwara yang dia mainkan hinaan dan penistaan. Semuanya dia lakukan untuk bertahan hidup.

Karena, bagi diri sendiri kehidupan mungkin penuh dengan penderitaan, tetapi bagi orang lain, penderitaan kita bisa jadi bahan tertawaan.

Cerita tentang penderitaan di balik manisnya wajah Saleté bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi koleksi teman-teman di bulan Januari.

Sampel CG/Cuplikan Video

img_01img_08

Versi Purwarupa

Unduh (VPN DMM.R18)
 

© Soiree Hak Cipta Dilindungi

Categories: Rekomendasi

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: