Visual Novel ASMR? Memangnya Ada? – Iyashi no Megami no Marmot

Published by Robet Fujita on

Teman-teman tahu ASMR? Mungkin ada beberapa dari teman-teman yang sudah jadi langganan konten seperti ini di media seperti streaming video. Mulai dari konten yang kompleks hingga yang sederhana seperti makan agar-agar. Tapi, apa sih ASMR?

Menurut Emma L. Barratt (2015), Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) adalah fenomena yang dialami manusia seperti geli hingga kesemutan di daerah leher kulit bagian kepala dan bergerak ke bagian belakang leher dan tulang belakang bagian atas. Fenomena ASMR dapat merangsang indera pendengaran, maupun penglihatan yang dapat merangsang, dan memberikan rasa nyaman hingga orgasme. Dengan ditemukannya fenomena ini, manusia dapat menciptakan konten berbasis suara dan gambar yang mampu memberikan cara berbeda untuk memberikan kesenangan kepada penikmat konten.

Mungkin teman-teman sudah pernah bertemu ASMR dalam bentuk video. Bagaimana kalau Visual Novel? Karya Shirokuma Dango, Iyashi no Megami no Mormot menjadi solusi untuk memberikan sensasi ASMR seperti layaknya konten-konten yang teman-teman di temukan di media lain.

© 2017 Shirokuma Dango / Hak Cipta Dilindungi

Bantuan teknologi Binaural

Pada umumnya, ASMR dapat tercipta dengan bantuan teknologi perekaman Binaural, yang merupakan salah satu metode perekaman audio Stereo. Perekaman model ini secara tidak langsung mewajibkan penikmat kontennya untuk menggunakan Headset, Earphone atau sejenisnya sehingga bisa dinikmati secara maksimal. Sehingga seakan-akan pemain berada di tempat yang sama dengan sumber suara. Penulis tidak akan memberikan penjelasan mengenai cara perekaman Binaural, teman-teman dapat membacanya daftar bacaan di bawah.

© 2017 Shirokuma Dango / Hak Cipta Dilindungi

Dalam Visual Novel Iyashi no Megami no Mormot, pemain benar-benar terasa dimanjakan dengan suara para Heroine-ya. Dengan genre Iyashi-kei, ‘genre penghibur, yang biasanya lebih ringan daripada genre romansa’, kita akan dimanjakan tidak hanya dengan suara setiap Heroinenya, namun juga skenario yang sudah ditulis sedemikian rupa agar mampu membuat pemainnya tergoda. Tentu, pemain harus menggunakan Headset, Headphone, Earphone dan sejenisnya agar maksimal, apalagi kalau Heroine sudah ngobrol di dekat pemain. Rasanya geli-geli gimana gitu.

Omong-omong kok bisa ada ide seperti ini?

Disutradarai oleh pengisi suara

Sutradara Iyashi no Megami adalah seorang Pengarah yang sekaligus adalah seorang Seiyuu atau pengisi suara, Igasaki Ayaka, yang sudah menghasilkan berbagai karya Doujin, bahkan menjadi pengarah Seiyuu berbagai kartun dewasa seperti Real Eroge Situation!. Saking berpengalamannya, Igasaki Ayaka sering membuat Doujin-nya sendiri.

Selain sutradara, Igasaki Ayaka juga ikut menulis skenarionya. Sehingga, skenario dibuat khusus sehingga pas, dan mampu memaksimalkan potensi perekaman audio Binaural.

Tenggelam sebelum berkembang

Iyashi no Megami no Mormot secara umum tidak jauh dengan Visual Novel bergenre Iyashi-kei lainnya. Pemain sebagai tokoh protagonis tubuh dan jiwanya mulai hancur karena tekanan pekerjaan yang berat. Di tengah hari-harinya yang berat, tokoh protagonis bertemu dengan kepala Sekolah sebuah sekolah khusus perempuan, yang menawarkan untuk jadi kelinci percobaan siswa-siswanya. Sekolah tersebut ternyata adalah sekolah khusus yang mendidik siswi-siswinya menjadi wanita ‘penghibur’ ketika bekerja nanti.

© 2017 Shirokuma Dango / Hak Cipta Dilindungi

Sehingga yang ditekankan dalam Visual Novel ini, adalah menghibur jiwa-jiwa yang lelah. Selain jiwa yang lelah, juga tubuh, hingga selangkangan. Semua hal tadi dibungkus dengan perekaman audio yang menarik, Binaural.

Sayangnya, Visual Novel ini rilis di waktu yang kurang pas. Menurut pegamatan penulis, pada tahun 2017 lalu tepatnya bulan September, konten-konten ASMR tidak seramai sekarang. Bahkan konten streaming video pun tidak sekreatif tahun 2020 sekarang ini. Sehingga, Visual Novel dengan harga Full Price ini pun tenggelam, kalah dengan genre Iyashi-kei yang lebih murah, dan lebih menggoda.

© 2017 Shirokuma Dango / Hak Cipta Dilindungi

Namun, apakah memang jelek? Tentu tidak. Secara garis besar, terutama dalam versi purwarupa, jumlah percakapan lebih banyak jadi pemain tidak bosan dengan percakpaan monolog. Hanya alur ceritanya yang masih lawas. Apalagi pada tahun 2017 banyak Visual Novel yang ‘radikal’ dengan ide-idenya baru.

Penggunaan metode perekaman Binaural memang unik, tapi kelihatannya belum mampu menarik minat banyak pemain waktu perilisan Visual Novel ini. Setidaknya, penulis masih agak kurang nyaman, ketika menikmati ASMR dalam Iyashi no Megami no Mormot.

Daftar Bacaan

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4380153/ Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR): a flow-like mental state

Binaural Recording

Categories: FokusRekomendasi

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: