Ulasan Nukitashi – Ketika yang Tegang-Tegang Masuk dalam Satu Karya

Published by Robet Fujita on

Tidak bisa dipungkiri dalam beberapa tahun terakhir, tema yang diangkat dalam Visual Novel sebenarnya hampir seragam satu sama lain. Sekali pun ada, biasanya hanya pengembang yang sudah memiliki nama besar.

Hal menarik muncul ketika beberapa pengembang baru malah muncul dengan ide-ide segarnya. Meski mereka baru, tidak sedikit orang-orang yang berada di dalamnya adalah para kreator yang sebenarnya aktif lama di bidang industri kreatif, tapi bukan Visual Novel medianya. Setidaknya, itulah yang penulis ketahui tentang Qruppo.

Qruppo memang baru, namun orang di dalamnya adalah sudah sangat aktif dalam karya Doujinshi. Sehingga apa yang mereka bawakan bukanlah kaleng-kaleng. Pengembang ini membawakan Visual Novel yang cukup fenomenal sejak pertama kali muncul. Mulai dari judul yang panjang, Nukige Mitai na Shima ni Sunde iru Watashi wa Dou Surya ii Desuka?, cara promosi layaknya televisi publik, hingga memiliki maskot tersendiri, Hamedori-kun. Lalu, apakah karya mereka cukup bagus untuk dinikmati?

Nukige Mitai na Shima ni Sunde iru Watashi wa Dou Surya ii Desuka?, atau Nukitashi, menyajikan ide baru dalam cerita utamanya, yaitu kejar-kejaran di pulau yang semua penduduknya dibebas melakukan hubungan seksual di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Penulis merasa, dari cerita utama ini muncul beberapa poin yang membuatnya menarik, dan bikin “Tegang” untuk dimainkan.

Tegang, karena harus melawan hukum

Nukitashi berpusat pada cerita Tachibana Jun, yang tentu saja sebagai pendatang dia masih kaget dengan ‘kewajiban’ untuk melakukan seks dengan teman sekelasnya, ataupun siapa saja yang mengajaknya. Biasanya pendatang akan mulai terbiasa sekitar seminggu, tapi Jun tidak begitu. Idealisme bahwa hubungan seks hanya dengan orang dicintai, serta kebenciannya terhadap perempuan yang tidak perawan membuatnya harus sembunyi, lari, menghindar, berbohong hanya untuk lari dari ajakan bercinta dari perempuan-perempuan cantik nan ahli goyang.

Kalau orang biasa, pasti sudah nurut saja. Nah, yang jadi makin parah, orang yang tidak mau diajak bercinta akan kena hukuman yaitu disuruh melakukan hubungan seksual di lapangan dilihat banyak orang, dengan cara yang cukup “keras”.

Asyiknya, ada saja cara Jun, untuk menghindar dari ajakan, hingga ancaman dari tim SS (anggap saja OSIS di sekolah) yang selalu berpatroli untuk mencegah adanya pihak yang menolak berhubungan seksual.

Tegang, karena rekan bisa jadi korban

Setelah pelarian yang cukup lama, Jun menemukan satu per satu orang-orang yang ternyata juga menghindari dari kewajiban berhubungan seksual. Dari Katagiri Nanase, gadis bispak yang nyatanya masih perawan, Watarai Hinami yang enggak ada minat karena tubuhnya mungil, padahal sudah kelas 3 SMA, lalu ada Hotaru Misaki yang saking biasanya sampai tidak ada yang peduli, hingga Kotoyose Fumino, gadis misterius yang nantinya rute untuk mendapatkan TRUE END. Oh, iya. Juga ada adik kandung Jun, Tachibana Asane yang sungguh Brocon.

Coba tebak siapa, yang mana

NLNS (No Love No Sex) adalah tim buatan Jun, dan teman-temannya yang bertujuan untuk meruntuhkan undang-undang di pulau bejat, Seirantou, tempat mereka tinggal. Dengan senjata lengkap, peralatan mata-mata sakti, hingga sistem peretas canggih yang dipegang langsung oleh Asane, membuat mereka mampu bertarung sengit melawan SS serta peraturan seks yang menurut mereka sangat mengganggu.

Tim utama SS

Tentu saja, melawan hukum dan organisasi sebesar SS, hiongga SHO (Induk dari SS yang memiliki sumber dana, dan fasilitas untuk satu pulau) memiliki risiko berbahaya. Anggota SS tidak hanya ahli bercinta, tapi juga dibekali kemampuan bertarung setingkat militer. Latihan mereka pun tidak kalah kejam dengan angkatan bersenjata sekalipun. Senjata pun juga tidak main-main. Tidak sampai membunuh, tapi mampu membuat luka fatal. Salah-salah, anggota NLNS dapat dengan mudah jatuh ke tangan mereka.

Ketegangan NLNS ketika bertarung, memata-matai, hingga kejar-kejaran sangat mendebarkan. Ditambahi efek-efek modern, dan suara efek menambah realitas pertarungan. Meski, tampilan adegan pertarungannya sebenarnya masih cukup minim. Sehingga pemain harus sedikit usaha untuk berimajinasi.

Tegang, karena seks dan ketelanjangan ada di mana-mana

Hal pertama yang paling berkesan dari Nukitashi adalah betapa mesumnya gim ini di awal-awal. Mulai dari suara desahan, erangan, hingga racauan pasangan yang melakukan hubungan seksual, semuanya seakan menjadi jadi hal wajib. Bahkan, suara-suara kenikmatan duniawi itu menjadi BGM dalam Visual Novel ini. Gambar latar pun juga tidak kalah mesumnya.

Bahkan menu Save pun enggak kalah nudis

Kemudian, selain kegiatan seks yang liar dan tersebar, kegiatan-kegiatan panas lain yang dilakukan Heroine lainnya seperti meremas-remas dada sendiri, masturabasi, baca manga dewasa, hingga peralatan bertarung yang berbentuk alat bantu seks sudah jadi makanan wajib bagi pemainnya. Sungguh menegangkan.

Tegang, dan menyenangkan

Meskipun terkesan erotis dari segala aspek luar, cerita tentang kejar-kejaran karena enggak mau berhubungan seksual, membuat berbagai peratalan canggih untuk mendektesi musuh, bertarung kalau sudah tidak ada jalan keluar, hingga harus melawan organisasi besar membuat pemain dibuat selalu penasaran di setiap episodenya. Dibuat tegang. Hubungan yang dibangun antar karakter pun sangat erat, candaan satir hingga kejam pun dapat kita rasakan di sini.

Satu-satunya kelemahan Nukitashi adalah durasi. Visual Novel ini lumayan panjang, dan bercabang. Apalagi, terdapat TRUE END atau rute Fumino, yang baru bisa didapatkan setelah menyelesaikan 3 rute Heroine lainnya. Tapi, cukup menyenangkan karena perjuangan NLNS bisa dinikmati sampai puas hingga semua misteri terciptanya ‘Pulau Bejat’ akhirnya terkuak.

Gambar menu pada awal bermain
Menu ketika akan masuk rute Fumino

Terlepas dari panjangnya durasi, cerita perjuangan Jun dan usahanya yang dilakukannya dengan NLNS untuk memperjuangkan kebebasan rekan-rekannya, dan idealisme tentang cinta dan seks yang benar sangat layak untuk dinikmati.

Saran, ambil rute Misaki dulu. Biar bahagia


Teman-teman juga dapat menyumbangkan tulisan seperti ini ataupunopini, rekomendasi, hingga ulasan untuk dimuat di laman HERO Soft. Tulisan yang menarik akan mendapatkan sedikit imbalan sebagai rasa terima kasih. Silakan menghubungi HERO Soft melalui laman Facebook, Twitter, maupun Instagram.

Categories: Pojok Visual Novel

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: