Gim yang Tidak Menyenangkan – Ulasan Minikui Mojika no Ko

Published by Robet Fujita on

Artikel ini mengandung gambar yang mungkin tidak nyaman jika dilihat oleh orang tertentu. Sesuaikan dengan keadaan masing-masing.

Meski masih di awal paragraf, penulis ingin langsung menyampaikan bahwa memainkan Visual Novel Nitro+ ini sebenarnya cenderung meninggalkan kesan buruk. Konsep yang dibawakan, visual, gaya narasi gim ini seakan merupakan hasil eksperimen staf Nitro+ itu sendiri. Semuanya, enggak masuk akal, dan susah dicerna. Namun, kenapa begitu?

Betapa sulitnya masuk rute

Untuk mendapatkan Heroine di dalam gim ini bukanlah hal yang bisa di hafal layaknya Visual Novel pada umumnya. Ya, Nitro+ hampir tidak pernah memakai cara biasa, mereka selalu ORA UMUM, dalam hal pemilihan rute.

Dalam Minikui Mojika no Ko, tokoh protagonis, Tanezaki Suteru digambarkan memiliki rupa yang sangat jelek, dan tidak layak dipandang. Wajahnya yang buruk rupa bahkan katanya setara dengan serangga nokturnal. Namun, pemain tidak akan tahu, karena yang pemain miliki untuk memahami cerita sepanjang gim ini adalah jarak pandang dengan radius 1,2 Meter. Ya, kita tidak bisa melihat indahnya dunia. Hanya sebatas 1,2 Meter, itu pun sudut pandang pemain sebagian besar ke bawah.

Ada alasan dibalik sudut pandang 1,2 Meter ini. Karena mata Suteru bukan mata biasa, tapi mata yang bisa melihat isi hati orang lain hanya dengan melihat wajah lawan bicara. Praktis, tapi akan membuat wajah lawan bicara kita mual, karena wajah Suteru tidak sedap untuk dipandang.

Nah, melalui mata inilah pemain harus menentukan pilihan. Memilih di antara mau melihat wajah lawan bicara untuk menerawang isi hati mereka, atau membiarkan diri tidak tahu apa yang para Heroine pikirkan. Keputusan melihat atau tidak ini, akan sangat menentukan pemain memasuki rute Heroine yang mana.

Kalau melihat ini, berarti saatnya menentukan pilihan
Warna hitam di belakang orang adalah suara hati yang terbaca
Namanya, Naruko

Kalau asal, pasti Bad End akan menjemput pemain. Contohnya, untuk masuk rute Naruko, di suatu waktu pemain harus mengurungkan niat sebanyak tiga kali, baru membulatkan tekad untuk melihat wajahnya di kesempatan keempat. Sungguh, tidak nyaman.

Cerita yang enggak asyik

Dunia itu kejam, dan membuat banyak orang menderita. Jika teman-teman merasa seperti itu, dan lelah melihat orang lain menderita, Minikui Mojika no Ko bukanlah gim yang tepat untuk melepas penat. Gim ini, bahkan dari versi Trial-nya saja, sebagian besar berisi tentang perundungan, rasa takut, pelampian nafsu, rasa jijik, dan banyak hal lain yang semakin dimainkan semakin membuat trauma.

Maaf kalau menjijikkan

Apalagi ketika sudah masuk rute Heroine tertentu. Yang biasanya semakin senang, karena hubungan semakin mesra, atau malah merasa gatal-gatal karena banyak gombalan, mendapat satu rute di gim ini malah membuat pemain menjadi tahu bahwa hubungan karena nafsu itu tidak ada indah-indahnya. Semakin pemain mendalami sifat, dan rahasia dari satu Heroine, pemain akan semakin dekat dengan sifat buruk, dan borok dari manusia itu sendiri.

Emang enggak ada akhir cerita bahagia apa? Ada dong, tapi harus menyelsaikan semua rute yang penuh ketikdanyamanan itu, baru mendapatkan TRUE END.

Demen yang Edgy? Visual Novel ini menarik

Nitro+ memang selalu memberikan fitur, gaya cerita, dan kesan yang berbeda, serta selalu ORA UMUM pada setiap karyanya. Mungkin, teman-teman sudah mengetahui Visual Novel Steins:Gate, yang sudah luar biasa di luar nalar. Baik dari konsep, maupun fitur pada gimnya itu sendiri. Tentu saja, sebagai Visual Novel, bukan sebagai Adventure Game yang ada fitur perangnya.

Meskipun tidak mudah menyarankan Minikui Mojika no Ko kepada setiap orang, gim ini tetap bisa dinikmati. Terutama oleh teman-teman yang mencari hal yang ORA UMUM, dan bosan dengan gim romansa populer. Gim ini punya pasarnya sendiri, jadi bagi teman-teman yang siap dengan cerita di luar nalar, dan akhir cerita traumatis, masukkan Minikui Mojika no Ko dalam daftar tunggu!

Awas, tajam
Categories: Pojok Visual Novel

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: