Ulasan Hamidashi Creative: Sebuah Kesialan Atau Keberuntungan ?

Published by Reon Maxwell on

Pada tahun 2020 kemarin Madosoft merilis karya terbaru mereka yang berjudul Hamidashi Creative. Menggunakan formula yang sama seperti karya terdahulunya Wagamama High Spec apakah Visual Novel ini dapat menyamai kesuksesan pendahulunya ?

Apakah ini sebuah kesialan ataukah keberuntungan ?

Bercerita tentang Izumi Tomohiro yang kerap dipanggil Tomosuke, seorang murid SMA biasa yang tidak memiliki kelebihan yang kesehariannya hanya dihabiskan untuk menonton Vtuber dan bermain game gacha meskipun hokinya busuk tidak laksek. Hingga suatu hari sebuah kejadian unik menimpa dirinya, ia tiba-tiba terpilih sebagai ketua OSIS melalui lotre, hidupnya yang santai pun terancam.

Selamat anda terpilih jadi ketua OSIS jalur lotre

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin ini yang bisa dibayangkan dari kisah Tomosuke, ia yang seorang antisosial tiba-tiba diberi mandat untuk menjabat sebagai ketua OSIS.

Kehidupan sebagai anggota OSIS dimulai

Sebagai seorang ketua OSIS Tomosuke diberi tugas pertama yaitu mengumpulkan calon anggota OSIS lainnya. Kandidat yang dipilih yaitu teman sekelasnya Kano, kouhainya Asumi, senpainya yang seorang mantan ketua OSIS Shio, dan adiknya sendiri Hiyori.

Bukanlah sebuah kebetulan belaka nama mereka yang dijadikan kandidat, mereka semua adalah murid yang bermasalah dengan kehidupan sekolah mereka dan memilih untuk absen dari sekolah. Ini adalah ujian bagi Tomosuke bagaimana ia harus meyakinkan mereka untuk bergabung dengan OSIS. Setelah berhasil meyakinkan mereka semua untuk bergabung cerita romansa komedi antar anggota OSIS SMA Chidama pun dimulai.

Awakoawkowkaokwoakoaw jadi ketua OSIS jalur lotre

Sebelum itu mari berkenalan dengan anggota OSIS SMA Chidama sekaligus heroine dalam Visual Novel ini.

Tokiwa Kano

Gadis antisosial yang gampang minder ini adalah teman sekelas Tomosuke, karena tingkat kehadirannya yang rendah maka ia dipilih untuk menjadi kandidat anggota OSIS. Dibalik semua itu ternyata ia adalah seorang illustrator berbakat dengan nama pena Nonoka-san yang bahkan karyanya digunakan sebagai desain karakter dari karakter game gacha yang biasa Tomosuke mainkan.

Sifat antisosial Kano sendiri tidak datang begitu saja, karena sebuah kejadian di masa lalu membuat ia menjadi seperti ini dan lucunya Tomosuke menjadi saksi dari kejadian tersebut. Tetapi jauh di rutenya ternyata ia memiliki sifat tersembunyi, sifat apakah itu ? mainkan rutenya untuk mengetahui lebih lanjut.

Nishiki Asumi

Gadis lugu nan imut, mungkin ini impresi pertama yang saya dapatkan dari karakter ini, bahkan saking imutnya saya sampai memainkan rutenya terlebih dahulu meskipun rencana awal saya memainkan rute Hiyori terlebih dahulu. Damn it

Karena suatu alasan kouhai pecinta meat bun ini tidak dapat menikmati kehidupannya disekolah, maka dari itu ia dipilih untuk menjadi kandidat sekretaris OSIS. Dibalik sifatnya yang pemalu ternyata ia memiliki persona lain yaitu sebagai Virtual Youtuber dengan nama panggung Yukige Shiki dan sebuah kebetulan Yukige Shiki adalah Vtuber favorit Tomosuke, selain pekerjaannya sebagai Vtuber ia juga memiliki talenta lainnya, apakah itu ? mainkan rutenya untuk mengetahui lebih lanjut.

Kamakura Shio

Senpai sekaligus mantan ketua OSIS SMA Chidama ini adalah heroine selanjutnya, perawakannya yang tegas membuat dirinya mendapat julukan Shogun di sekolahnya, namun tiba-tiba ia menghilang dari sekolah dan OSIS tanpa alasan, karena itulah sekolah mengadakan lotre dan sialnya Tomosuke terpilih menjadi ketua OSIS menggantikan Shio.

Senpai yang mengklaim dirinya memiliki kaki bak “Lobak Miura” ini selain memiliki sifat yang tegas ia juga memiliki hobi yang aneh bagi gadis seusianya, ia memiliki hobi memancing dan travelling. Hobinya ini ia manfaatkan sebagai sarana dalam mencari referensi untuk pekerjaannya sebagai novelis. Dalam rutenya menurut saya ia cukup bagus dalam mengisi role senpai sebagai onee-san dengan sifat keras diluar namun lembut didalam iykwim dan cocok bagi kalian yang suka dengan heroine bertipe tersebut.

Izumi Hiyori

Heroine terakhir yaitu Izumi Hiyori, adik dari Tomosuke. Karena pekerjaannya sebagai seiyuu (pengisi suara) dengan nama panggung Koizumi Hiyori maka angka kehadirannya disekolah sangatlah minim sehingga ia dipilih sebagai kandidat wakil ketua OSIS untuk mendampingi kakaknya.

Saya sendiri bukan fans berat tipe heroine imouto tetapi entah kenapa Hiyori memiliki daya tarik tersendiri, sifatnya yang bersemangat dan terkadang sedikit manja ini punya tempat tersendiri di hati saya Hiyohiyo~. Tidak banyak yang dapat saya katakan tentang Hiyori selain pekerjaannya sebagai seiyuu, dalam rutenya sang penulis menunjukkan tentang suka duka menjadi seiyuu dan idol serta isu umum seperti fans fanatik & doxing. Daripada saya spoiler sana-sini lebih baik jika kalian memainkan sendiri rutenya.

Plot nanggung dibalut desain karakter apik

Plot ? Apa itu plot ? Ketika memainkan moege plot adalah hal kesekian, yang paling utama adalah desain karakter dan personalitas dari heroine-heroinenya, mungkin itulah yang sering dikatakan orang. Awalnya saya membaca Visual Novel ini dengan harapan mendapatkan formula yang sama dengan Wagamama High Spec yang dapat menyeimbangkan porsi romcom dengan drama secara maksimal, namun dalam Hamidashi Creative ini entah kenapa dengan formula yang sama namun feel nya terasa berbeda.

Pada awal cerita hingga common route semua tertata dengan apik hingga saat mulai masuk ke heroine route beberapa hal menjadi kacau, cerita mau dibawa fokus terhadap heroine atau pada kegiatan OSIS saya tidak tahu lagi. Tapi saya ambil positifnya saja, buat apa memikirkan plot kan ini bukan Visual Novel seperti SubaHibi atau When They Cry. Yang penting Sumipippi Maji Tenshi.

Humor yang mahal

Dalam sebuah romcom guyonan yang biasa dipakai yaitu guyonan yang umum bagi usia remaja seperti tsukkomi atau shimoneta. Tetapi dalam Hamidashi Creative ini mereka mencoba hal yang lain, beberapa jokes yang dipakai merupakan referensi dari Era Sengoku atau Kisah Tiga Negara sehingga wibu kelas teri seperti saya agak kesusahan dalam mencerna jokes tersebut meskipun beberapa ada yang saya pahami.

Lu Bu ? Minamoto no Tametomo ? Siapa itu ?

Selain itu sebagai Visual Novel yang berlatar belakang era Reiwa tentu saja banyak istilah-istilah baru seperti slang internet atau memes khas Jepang sehingga ini bisa jadi cara untuk belajar lebih banyak pop culture Jepang.

Pendapat Pribadi ?

Menurut saya Hamidashi Creative ini sedikit lemah pada bagian plot, ataukah ini karena ekspektasi saya yang ketinggian berharap Visual Novel ini menjadi seperti Wagamama High Spec ? Saya tidak tahu lagi. Yang jelas Madosoft telah berhasil memberikan feel karakter dengan personality yang unik meskipun masih ada minus dalam interaksi antar karakter minor, sebut saja Ameri, padahal karakter ini cocok dijadikan heroine. Jika kasusnya sama seperti Karen dalam Wagamama High Spec maka saya berharap dia mendapatkan rute nya sendiri dalam fandisc bersama dengan Miri-sensei dan Ririko.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih untuk kalian yang membaca ulasan ngehe ini dan sebagai penutu saya berikan low quality meme buatan saya.

Yang ngisi video pembukanya Meguchi lho

Categories: Pojok Visual Novel

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: