Ulasan Dohna Dohna: Simulator Prostitusi Berkedok RPG

Published by Reon Maxwell on

Pada akhir 2020 kemarin Alice Soft merilis karya terbaru mereka yang berjudul Dohna Dohna: Issho ni Warui Koto o Shiyou. Menyajikan tema yang dirasa baru dibandingkan karya sebelumnya sebut saja Rance Series & Evenicle. Dengan menggabungkan elemen cyberpunk & RPG apakah visual novel ini dapat menjadi angin segar bagi dunia per VNan ?

Selamat datang di Asougi City

Jika dijelaskan secara singkat setting cerita VN ini berada di lokasi yang bernama Kota Asougi, tempat dimana seluruh penduduk dapat merasa aman dan tentram karena seluruh kota dikuasai oleh sebuah korporat, mungkin itu yang terlihat. Tetapi tidak semua orang berpikir demikian, disisi lain kota terdapat sekelompok orang yang membentuk sebuah geng atau dalam game ini diberi istilah “Clan”. Para clan ini memiliki tujuan tersendiri baik itu merampok, mencuri, atau melakukan bisnis haram. Entah kenapa plot seperti ini sangat basic sekali jika mengambil tema cyberpunk.

Ayo melakukan hal buruk bersama

MC kita dalam cerita ini bernama Kuma, sekilas ia hanyalah seorang pelajar SMA biasa namun siapa sangka Kuma bersama teman-temannya Antenna, Kirakira, Porno, dan masih banyak lagi tergabung dalam sebuah clan yang bernama Nayuta. Clan Nayuta sendiri memiliki spesialisasi dalam bidang prostitusi dan biasa aktif pada malam hari. Selain itu seiring cerita Kuma dan kawan-kawan akan bertemu rekan baru sebut saja AlyCE dari clan Flattt, Kikuchiyo dari clan Shinonomeha dan masih banyak lagi. Inti dari cerita VN ini sendiri yaitu bagaimana Kuma dan clan nya dapat menghadapi masalah di Kota Asougi baik itu dalam bisnis prostitusi atau konflik dengan clan lain dan tentu saja plot utamanya, apa yang akan diperbuat oleh korporat dengan rencana besarnya.

Simulator prostitusi berkedok game RPG

Ya kalian tidak salah membacanya, sekilas itulah impresi yang saya dapatkan ketika pertama kali main game ini. Dalam gameplay permainan ini ada 2 fase yang disuguhkan, fase pertama sebut saja fase hunting, seperti RPG kebanyakan dalam fase ini intinya yaitu untuk mendapatkan exp bagi karakter kalian. Menurut saya tidak ada yang wah dalam fase gameplay ini, mekanik yang disuguhkan mirip dengan game Darkest Dungeon namun tentu saja dengan RNG yang lebih ramah. Tetapi tidak hanya itu saja, fase ini memungkinkan kalian untuk menangkap wanita, ah tidak enak rasanya jika menggunakan istilah menangkap, sebut saja scouting. Wanita yang discout ini akan berpengaruh pada fase berikutnya.

Darkest Dungeon for weeb ?

Pada fase berikutnya sebut saja fase pimping kalian berperan sebagai mucikari, berbekal wanita yang telah kalian scout tadi kalian bertugas untuk memasarkan mereka. Apa ya namanya.. Agar artikel ini terlihat wholesome saya akan menggunakan istilah pramuria. tidak hanya memasarkan kalian juga harus memikirkan strategi untuk bersaing dengan clan lain dan melakukan manajemen pada pramuria kalian seperti mood, performa, dan status kehamilan, karena jika pramuria kalian positif maka ia otomatis tidak bisa bekerja lagi.

Prostitute Simulator ?

Tentu saja Alice Soft akan melakukan ini

Mungkin kalian tau apa yang terjadi selanjutnya

Jika kalian telah memainkan game Alice Soft sebelumnya kalian pasti familiar dengan cara mereka memperlakukan para heroine. Jika kalian berharap game ini memliki H scene yang vanilla dan wholesome maka kalian salah besar. Dalam game ini banyak event yang tidak terduga, baik itu scene NTR, r*pe, mind break, ataupun tentacle semuanya ada disini. Bagi yang berjiwa lembut saya sarankan untuk tidak memainkan game ini, bayangkan saja 50 jam kalian habiskan dalam bermain hanya untuk ter NTR 草.

Pendapat Pribadi

Untuk ulasan ini saya tidak dapat berkata banyak, sejujurnya dapat menyelesaikan VN ini saja adalah sebuah keajaiban. Hal yang paling menonjol menurut saya terdapat pada feel & OST nya, dengan tone warna gradient yang anti mainstream serta OST bergenre future bass cukup berhasil untuk membuat saya tertarik memainkan game ini. Lantas bagaimana dengan gameplay & story nya ? Untuk gameplay pada elemen RPG menurut saya sangat mediocre, tetapi pada simulator prostitusi menurut saya itu adalah pengalaman baru meskipun secara moral saya telah dirusak oleh game ini lol.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada kalian yang telah meluangkan waktu untuk membaca ulasan yang cukup bias ini, semoga nantinya VN ini tidak terdengar sampai ke telinga SusuJaheWedang mengingat konten VN ini yang sangat sensitif.

OST Visual Novel ini dapat kalian dengar di Spotify

Categories: Pojok Visual Novel

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: