Bahagia itu pasti, tapi caranya berbeda – Ulasan Kimihane Couples

Published by Robet Fujita on

Setelah menyadari rasa cinta di akhir tahun, tepatnya di malam natal, Hina, Fumi, dan Rin menikmati perasaan pertama mereka ketika menyukai seseorang selain orangtua mereka. Lalu, di malam natal, mereka kedatangan teman kamar baru, di adalah Miyako gadis yang pindah sekolah di tengah dinginnya musim dingin.

Bagaimana cerita cinta mereka berkembang dalam dua bulan kemudian?

Ulasan ini merupakan kelanjutan dari serial Kimihane yang pertama. Teman-teman dapat membacanya dalam artikel [Pojok Visual Novel] Kimihane ~Kanojo to Kanojo no Koi Suru Ikkagetsu~ Poin-poin menarik dalam serial pertama, tetap terjaga baik dan konsisten.

Di luar fokus cerita di setiap rute yang dipilih, tempo obrolan antar karakter masih menunjukkan betapa dalam keakraban Rin, Fumi, dan Hima, serta saling pengertian satu sama lain. Lalu, poin-poin bagus tersebut ditambah dengan;

Kedatangan Mikoyan

Iya, gadis berambut perak, yang katanya sepupu dari Sachiko, penjaga asrama. Mikoyan, nama aslinya Miyako, menambah warna baru dalam lingkaran pertemanan Hina dan kawan-kawan.

Karakter Mikoyan yang polos, penasaran dengan banyak hal, dan tukang tidur jadi bahan penyegar Visual Novel ini. Apalagi, kepekaan Mikoyan terhadap hubungan asmara antara Hina, Fumi, dan Rin mampu membuat pemain tetap merasa nyaman dengan hubungan setiap pasangan.

Valentine Days

Kimihane Couples merupakan satu paket Visual Novel middle price yang berisi Kimihane seri pertama ditambah, cerita baru, dan Kimikara yang bercerita tentang asal usul malaikat yang muncul di serial pertama.

Nah, cerita baru yang muncul di Kimihane Couples dimulai dengan latar waktu sebelum Valentine hingga awal musim semi. Di masa ini pemain akan disuguhi hubungan antara Fumi x Hina, Rin x Hina, hingga, Rin x Fumi yang semakin lengket, tapi dengan sedikit bumbu kecemburuan dan kecemasan.

Cemburu karena mereka satu kamar juga dari awal mereka sudah akrab, jadi kalau sudah deket dengan yang lain cemburu deh. Lalu, timbul perasaan cemas karena khawatir hubungan mereka yang notabene sesama sewek tidak direstui. Atau hubungan mereka malah jadi ketergantungan yang buruk satu sama lain.

Malaikat yang manusiawi

Selain kedekatan hubungan Fumi, Hina, dan Rin yang semakin lengket. Cerita ajaib, tentang malaikat yang selalu hadir dalam keseharian penghuni asrama. Kalau dalam serial pertama, sosok ini masih samar-samar. Kali ini, jelas siapa yang sebenarnya mengawasi mereka saat ini.

Tentu saja, Sachiko dan Miyako.

Bagi yang tidak suka dengan spoiler, silakan berhati-hati.
Sachiko yang aslinya juga merupakan penjaga asrama, sangat tahu dan benar-benar paham dengan sifat dan karakter penghuni asramanya, terutama Hina, dan kawan-kawan. Alasannya tentu saja, Sachiko sendiri adalah malaikat yang pernah mengawasi mereka. Ia mulai menjadi manusia sejak lima yang lalu, karena jatuh hati kepada seorang siswi di tempat Hina dan kawan-kawan bersekolah. Sayangnya, siswi yang Sachiko kasihi sudah duluan menjadi malaikat.

Lah terus, Miyako bagaimana? Miyako adalah malaikat yang mulai mengawasi Hina dan kawan-kawan, sejak mereka tinggal bersama. Oleh karena itu, ‘kepekaan’ yang dimiliki Mikoyan juga bukan kaleng-kaleng. Miyako pun hampir semua tahu apa yang terjadi di antara mereka.

Namun, malaikat tetaplah malaikat. Setidaknya dalam Visual Novel ini malaikat tidak bisa melihat warna, tidak bisa merasa, mendengar, maupun berbicara. Sehingga, ketika Miyako ‘turun’ ke bumi untuk bergabung bersama Rin, dkk, warna buah, gambar, rasa makanan, rasa kenyang dan sebagian berbagai hal dari indera manusia.

Dan karena itu juga, ketika Miyako mengenal rasa “kantuk” dia sangat menggemarinya. Hingga dia jadi tukang tidur yang sangat ahli.

Bahagia itu pasti, tapi caranya berbeda

Kimihane Couples membuat penulis kagum, dan senang bisa melihat Visual Novel dengan genre Yuri yang cukup intens dengan banyak karakter seperti ini. Apalagi dengan pilihan Multiple Coupling. Namun, seperti yang diawal bahwa obrolan yang natural, dan ikatan batin antar karakter yang sudah lengket, serta saling terbuka, sudah menjadi senjata utama Visual Novel ini untuk jadi juara di masanya. Dan terbukti, dengan berbagai faktor tadi, di tahun 2019, Kimihane Couples mendapatkan juara dalam nominasi “Desain Konsep Terbaik” dalam Moege Awards 2019.

Ceritanya tidak berat, juga tidak semata-mata berisi gadis yang ngobrol dan memadu cinta sesama perempuan, tapi Kimihane Couples bisa memberikan pemainnya beberapa sudut pandang tentang bahagia. Hina ketika bersama Fumi punya caranya sendiri, begitu juga ketika Rin memilih untuk bersama Fumi.

Cara mengekspresikan rasa sayang, setiap orang punya caranya sendiri, begitu juga dengan kebahagiaan. Setiap orang akan bahagia, tapi caranya berbeda.

Kalau kamu, apa yang membuatmu bahagia?

Categories: Pojok Visual Novel

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *