Misteri dan Yuri yang Tidak Maksimal – Ulasan Kudan no Folklore

Published by Robet Fujita on

Setelah cukup sukses dengan VIsual Novel Yuri berbahasa Esperanto, hingga bahkan punya sekuelnya, SukeraSparo lalu menjalin kerjasama dengan Shimizu Hatsumi, penulis skenario yang ada dibalik serial Flowers karya Innocent Grey. Mungkin karena itu, penulis memiliki ekspetasi tinggi. Nyatanya?

Kudan Sakuya dan Si Kudan

Kudan no Folklore berfokus pada Heroine Kudan Sakuya, siswi SMA yang sebenarnya biasa-biasa saja. Di luar mimipi buruk yang selalu sama, dan selalu menghantuinya.

Hanya saja tiba-tiba Sakuya ini menemui beberapa kejadian misterius yang disebabkan munculnya Kudan, sosok perempuan berkerudung hitam, dengan pakaianya bergaya eropa abad pertengahan. Teror dari Kudan ini mulai mengancam teman-teman dekat Sakuya dan yang terkait dengannya.

Hubungan antara Kudan Sakuya dengan Si Kudan ini sayangnya sampai akhir tidaklah semirip namanya. Seakan-akan Sakuya hanya jadi sosok detektif yang selalu mampu memecahkan segala macam permasalahan.

Folklor dan korbannya

Sejak Kudan mulai menghantui kehidupan Sakuya, banyak kejadian aneh dan membahayakan nyawa orang-orang di sekitarnya. Kebanyakan adalah cerita-cerita mistis yang terus-menerus dipelihara sehingga jadi folklor. Gara-gara folklor ini banyak orang yang terlibat, hingga akhirnya Sakuya bertemu Akinashi Koto. Ketua eksul Spritual.

Bersama Koto, Sakuya menyelesaikan berbagai macam masalah yang disebabkan oleh folklor, yang pada suatu folklor, menyebabkan munculnya dendam masa lalu dari antara tiga karakter utama.

Akinashi Koto dan Kudan Sakuya

Dendam masa lalu, dan psikopat

Dendam yang muncul ketika mencoba membuktikan kenyataan sebuah folklor membawa Sakuya, Koto dan Touko untuk kembali mencari bukti dari masa lalu terkait pembunuhan yang tidak ‘wajar’. Dalam proses pencarian, banyak hal-hal kejam dan sebenarnya cukup seram. Karena ulah dari semua kasus Kudan pada masa sekarang, hingga pembunuhan pada masa lalu adalah seorang piskopat yang menginginkan tubuh seseorang.

Shima Touko yang sedang terancam oleh “Kudan”. Siapa sebenarnya Kudan itu?

Apa yang kurang maksimal?

Narasi dan konsep yang diajukan oleh Kudan no Floklore sangatlah menarik, dan mampu membuat penasaran seandainya ekskusinya maksimal.

Entah karena Visual Novel All ages ada beberapa hal yang kurang sebagai Visual Novel misteri dan Yuri. Pertama, adalah ikatan fisik dan emosional para karakternya yang tidak dapat digambarkan dengan dalam. Memang ada rasa suka, percaya, cemburu, cemas, tapi cerita dibawa terlalu cepat sehingga melupakan hal-hal emosional yang seharusnya ada, Apalagi dalam Visual Novel ini misteri yang harus dipecahkan lumayan berat.

Kedua, bobot misteri utama dengan folklor di bagian awal cerita sangat berat sebelah. Sehingga, ketika selesai memainkan gim ini, arti dari folklor di awal cerita tidak ada gunanya, selain mempertemukan Koto dan Sakuya.

Terakhir, gaya ala-ala detektif seperti dalam Flowers masih terbawa. Bukan hal buruk, tapi untuk Kudan no Folklore hal tersebut terlalu berat. Latar waktu, karakter, dan situasinya tidak tepat jika disisipkan model pilihan, serta jumlah akhir cerita seperti Flowers, memang menarik, tapi terlalu rumit.

Inti dari VIsual Novel ini sebenarnya menarik, tapi jalan pembuka menuju inti tersebut terlalu ringan. Ada terkesan terburu-buru dalam prosesnya. Apa tidak layak dimainkan? Bagi penggemar misteri, Kudan no Folklore layak untuk dimainkan. Namun kalau tujuan utama adalah untuk menikmati Yuri, silakan tengok Kimihane, atau Sono Hanabira saja sekalian meski VIsual Novel tersebut sudah cukup berumur.

Meskipun dapat bonus di akhir rute, ikatan emosional dan fisiknya memang terlalu tipis.

Data Visual Novel

JudulKudan no Folklore
Judul Asliクダンノフォークロア
ProduksiSukeraSparo
Tanggal Rilis26 April 2019
Situs ResmiThe Curse of Kudan – sukerasparo
Akun Twitter
PatchAda (Bahasa Inggris, Mandarin)

Video Pembuka

Categories: Pojok Visual Novel

Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *