[Pojok Visual Novel] Shojo-tachi wa Kouya wo Mezasu

Published by Robet Fujita on

Bagi beberapa orang memainkan Visual Novel mungkin sudah jadi sebuah hobi yang tak tergantikan. Tapi apa yang teman-teman lakukan jika pada suatu hari kalian tiba-tiba ditawari untuk membuat sebuah game? Apalagi itu ada Visual Novel?! Siapkah teman-teman bertarung dengan deadline untuk menyelesaikan sebuah Visual Novel yang biasanya hanya kita mainkan saja? Simak cerita Kuroda dan teman-temannya ketika memutuskan bertarung dalam Kouya!

Bagi teman-teman yang sudah membusuk dalam dunia Visual Novel, mungkin sudah bosan atau bahkan hafal dengan Visual Novel yang bercerita tentang romansa sekolah, masa muda, misteri atau yang lainnya. Tapi bagaimana dengan Visual Novel yang menceritakan bagaimana proses memproduksi Visual itu sendiri? Ya, inilah yang dibawa Minato Soft dalam karya terbarunya yang berjudul Shoujo-tachi wa Kouya wo Mezasu. Visual Novel ini ingin memberikan gambaran kepada kita bagaimana dunia Visual Novel itu sendiri, sekaligus mempromosikan apa sih kelebihan Visual Novel ketimbang genre gim lainnya. Meski terkesan berat karena menceritakan proses produksi sebuah Visual Novel yang panjang, Shokomeza ternyata tidak menggunakan latar sebuah perusahaan besar yang terkenal, melainkan berpusat pada sekolompok anak SMA yang ingin membuat sebuah Visual Novel kecil-kecilan.

Cerita berawal ketika Kuroda Sayuki yang tertarik dengan kemampuan sosial teman sekelasnya sendiri, yaitu Hojou Buntarou. Dengan berbagai rayuan, akhirnya Buntarou mau ikut dalam proyek Kuroda untuk membuat sebuah Visual Novel. Meski, Buntarou sendiri harus memulai pekerjaannya sebagai penulis scenario dari nol. Setelah beberapa waktu berselang, Kai Atomu (Manajer), Hosokawa Yuuka (Pengisi Suara), dan Andou Teruha (Script dan programming), yang juga teman sekelas Buntaro, juga ikut dalam proyek Kuroda. Perjuangan mereka dimulai ketika mereka berhasil mengajak anak kelas satu yang sudah terkenal di Pixi (plesetan Pixiv) dengan karya-karyanya, yaitu Yuuki Uguisu. Dengan berbagai macam permasalahan dan tantangan yang akan mereka  hadapi, dengan membawa nama Rokuhara, Kuroda dan timnya akan berjuang dalam membuat Visual Novel pertama mereka yang berjudul Asamori-san chi no 24-ji

Dan yang terakhir tentu saja, cerita dari setiap karakter. Tidak susah jika kita ingin berkencan dengan salah satu heroine di Shokomeza ini. Tentu saja Kai Atomu tidak masuk. Maka dari itu, kita bisa lebih menikmati kencan kita, karena dasar cerita saat kita memasuki rute heroine adalah pembuatan Fandisk dari Asamori-san. Ada beragam cerita dan fitur menarik ketika kita mengencani setiap heroine dengan pekerjaannya yang berbeda. Apa itu? Mari, sedikit saya jelaskan.

Kuroda Sayuki

スクリーンショット (250)

Di dalam rute ini, kita akan ditunjukkan bagaimana cara seorang produser perusahaan Visual Novel bekerja. Mulai dari tanggung jawab terhadap semua anggotannya, cara pengamblian keputusan, dan pentingnya relasi dengan perusahaan pembuat Visual Novel lainnya sehingga bisa saling tolong menolong jika sebuah perusahaan sedang dalam kesulitan. Karakter Kuroda ini dulu favorit saya, tapi itu berubah sejak saya bertemu Andou Teruha

Hosokawa Yuuka

Sebagai teman dari kecil, tentu saja baik Buntarou dan Yuuka bisa mengerti satu sama lain. Dan meskipun pacaran sekalipun, mereka tidak seperti seorang pacar. Toh, itu karena daridulu memang sudah dekat. Nah, karena Yuuka di dalam Rokuhara sebagai pengisi suara, kita akan diajak untuk mengenal lebih dalam tentang dunia pengisi suara. Tentu saja dari sudut pandan Visual Novel, Mulai dari cara mendapatkan peran, cara membaca teks dialog, teknik mengisi adegan H-Scene, sampai susahnya bertahan sebagai pengisi suara sebuah Visual Novel dengan gaji yang tidak pasti.

Andou Teruha

Seorang yang blak-blakan, keras kepala, cerdas, dan memiliki pride yang tinggi. Inilah yang membuat saya berpaling dari Kuroda. Sebagai seorang programmer dan Scripter dari Rokuhara, tentu tugasnya tidak mudah. Meski sesekali sering bertengkar dengan Kuroda karena berbeda pendapat, tapi Buntarou pasti bisa mengajaknya kembali. Daripada yang lainnya, rute ini mungkin yang paling panjang. Baik dari studi banding Andou ke perusahaan lain, hingga datangnya animator dari perusahaan Hiroko Soft ke dalam tim Rokuhara. Pertengkaran antara Buntarou dan Teruha ini juga yang mungkin juga membuat rute di sini menjadi panjang.

Dan satu hal lagi yang unik, di rute ini sebagian besar “suara hati” atau bagian “bicara kepada diri sendiri” dibacakan langsung oleh pengisi suarannya. Hal ini sekali lagi membuat kita tidak perlu lagi repot-repot membaca teks yang panjang. Dan ketika Kuroda dihadapi pilihan untuk merelai Kuroda dan Buntarou Choice yang muncul dilayar dapat bergerak sendiri tanpa kita perintah.

Yuuki Uguisu

Karena saat mau mengulas ini saya belum memainkan rute ini, jadi kalau pengin tahu coba Tanya ke admin –MiMiMi-. Karena kebetulan Yuuki Uguisu ini suaranya diisi oleh Satou Satomi (yang juga terlibat dalam anime K-ON, SYD, Gochiusa)

Akhir kata, Visual Novel tanpa H-Scene ini memang memberikan sajian berbeda. Selain cerita yang terkesan utuh, karena kita harus memainkan semuannya, agar cerita dapat tersusun dengan lengkap. Juga tema yang mengangkat dunia Visual Novel itu sendiri.

Meski banyak bahasa ‘khusus’ dalam Visual Novel ini, tapi saya jamin teman-teman tidak akan bosan, saat memainkan Shokomeza ini. Mungkin saja, setelah memainkan Visual Novel ini, teman-teman yang mungkin daridulu memiliki minat dan bakat dalam dunia ‘ini’ bisa lebih tergerak untuk membuat Visual Novel sendiri, atau kalau tidak minimal bergabung menjadi salah satu admin HERO Soft.

Bagaimana pendapat kalian? Jangan lupa komentarnya!


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Asogi · 15/09/2016 at 4:36 pm

Gan, ada patch English nya gak?

LHK · 28/05/2017 at 6:16 am

All ages
tapi Minato Soft keren yang Majikoi

Di Balik Tren Visual Novel Tertunda – HERO Soft · 07/08/2019 at 4:56 pm

[…] yang penasaran dengan proses produksi Visual Novel secara umum. Dapat menikmati Shoujo-tachi wa Kouya o Mezasu. Baik Visual Novel ataupun adaptasi kartunnya. Namun jika ingin cerita lebih lengkap, disarankan […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: