[Pojok Visual Novel] Flowers –Le Volume sur Printemps-

Published by Robet Fujita on

Mungkin Visual Novel romansa antar perempuan memang jarang sekali peminatnya, Salah satu yang terkenal adalah seri Sono Hanabira. Tapi Visual Novel berjudul Flowers ini, menyajikan cerita dengan suasana yang berbeda dan kesulitan yang menantang,

cover_copy

Judul : Flowers–Le Volume sur Printemps-
Produksi : Innocent Grey (18 April 2014)
Durasi : Sedang (10-30 Jam)
Pengulas : Robet Fujita
Patch : Tidak Ada

Flowers merupakan Visual Novel yuri pertama yang diproduksi oleh Studio Innocent Grey. Ditengah kecenderungan untuk membuat Visual Novel bergenre misteri, Visual Novel dengan konsep yuri tapi masih mengandung misteri ini, membawa angin segar terhadap penggemar genre yuri seperti saya.

Cerita utama Visual Novel ini berpusat pada Shirahane Suo. Salah satu siswi baru yang masuk sekolah khusus perempuan. Di sekolah itu ada sebuah sistem asrama yang dinamakan Amitie. Dengan sistem itu, para siswa diharuskan memilih 2 orang teman yang lain untuk menjadi teman sekamarnya. Tentu saja dalam pemilihan teman sekamar ini, ditentukan melalui ujian terlebih dahulu. Bagi Suo yang tidak suka berbicara, merupakan sebuah kesempatan bagus agar dia bisa mendapatkan teman baru. Di situlah, ia bertemu dengan Hanabishi Rikka dan Kosaka Mayuri. Bersama kedua orang teman barunya tersebut, Suo memulai kehidupan sekolah barunya bersama misteri yang akan menantinya.

Jika memainkan Visual Novel ini untuk pertama kalinya, teman-teman akan disambut dengan grafis yang luar biasa indah dan halus. Seakan ingin melawan ‘arus’ Visual Novel modern, Flowers lebih cenderung mengguankan penggambaran karakter yang natural dan terlihat suram. Sehingga memberikan nuansa berbeda kepada pemain, terutama seperti saya yang baru pertama kali ini melihat penggambaran karakter seperti ini digunakan dalam genre yuri. Sebelum membahas lebih dalam, mari sedikit berkenalan dengan karakter-karakternya.

Shirahane Suo

スクリーンショット (265)

Gadis yang pemalu, dan kurang suka berbicara. Meskipun begitu dia sangat suka sekali dengan novel dan film. Karena sifatnya yang pendiam, jarang sekali ada yang datang mendekatinya, tetapi diantara teman sekelasnya, Suo lah yang dijuluki gadis paling pintar dan cantik.

Hanabishi Rikka

スクリーンショット (266)

Berkacamata, cerdas, pandai berinteraksi dan sangat peduli dengan teman sekelasnya, Dia juga salah satu teman sekaligus rekan Amitie nya Suo. Pribadinya sangat supel. Oleh karena itu Rikka dijadikan ketua kelas.

Kosaka Mayuri

スクリーンショット (64)

Gaya bicaranya seperti laki-laki, suka bercanda, dan sangat mudah mencari teman. Tapi disisi lain sering menyendiri ketika memiliki masalah. Juga salah satu teman dan rekan Amitie nya Suo. Dan inilah karakter yang paling saya suka.

Sasaki Ichigo

Gadis ceria yang selalu mencari hal yang baru. Dialah yang pertama kali mengajak Suo berbicara di dalam kelas

Sasaki Ringo

Adik kembar Ichigo, lebih pendiam dari kakaknya. Juga rekan satu Amitie dengan kakaknya. Karena mereka selalu bersama, terkadang susah untuk membedakannya.

スクリーンショット (264)

Sasaki Ichigo dan adiknya Ringo

Sebenarnya ada banyak, tapi saya sebutkan yang dekat dengan karakter utama saja. Toh, cerita utama pada Flowers ‘Musim Semi’ ini terletak pada 3 karakter. Yaitu, Suo, Mayuri, dan Rikka.

Selanjutnya adalah penggunaan kosakata. Entah karena pengaruh genre misteri yang dibawanya, Flowers menggunakan penulisan huruf kanji yang tergolong tidak biasa. Bagi pembelajar bahasa Jepang, mungkin akan sedikit terkejut ketika, kata “ありがとうございます“ ditulis dalam bentuk “有難うございます”

Dan yang paling membuat Visual Novel ini menarik adalah Sentakushi nya atau choice nya. Jika di Visual Novel biasanya kita hanya memilih di event-event penting saja, tapi di sini kita disuruh memilih hampir seluruh apa yang akan diputuskan Suo. Baik, ujian, jawaban dari pertanyaan. Sedikitnya ada 9 sentaku yang muncul pada setiap chapter dari sekitar 10 chapter yang ada. Bahkan di scene saat kita memecahkan misteri yaitu bagian Reasoning, kita juga harus menentukan hipotesa sampai memecahkan misteri itu sendiri.

スクリーンショット (270)

Bagian inilah yang membuat saya mendapat bad end berkali-kali. Karena setelah tahu, Flowers memiliki 7 ending berbeda dan diantaranya adalah 5 bad end. Disinilah yang membuat saya terkesan dengan Flowers, tidak hanya disuruh untuk membaca cerita saja, kita juga harus mengetahui apa penyebab sebuah kasus dan menyelesaikannya.

Bahkan dibeberapa bagian, kita juga harus mengusai pengetahuan umum tertentu. Misalnya angka sial di Italia, atau kisah urban Amerika Bloody Marry untuk memahami jalannya cerita.

スクリーンショット (91)

Tetapi semua itu akan dibayar dengan indahnya hasil yang akan teman-teman raih jika berhasil mencapai happy ending.

Hanya sekedar tambahan, di rute Mayuri (rute kesukaan saya), meski memiliki akhir yang ‘bahagia,’ Tapi ending sebenarnya adalah keluarnya Mayuri, karena ketahuan memiliki hubungan ‘spesial’ dengan Suo. Sehingga cerita diakhiri dengan betapa sedihnya perpisahan

Flowers sendiri adalah Visual Novel berseri yang memilik 4 bagian. Musim semi (Yang sekarang sedang dibahas), Panas, Gugur, dan Dingin. Setiap bagian akan saling berhubungan dan menceritakan bagaimana Suo menjalin hubungan dengan semua karakter.

Jadi bagaimana? Kalau menurut saya sendiri, ini layak dimainkan dan sangat disarankan bagi teman-teman yang butuh Visual Novel yang berbeda.

rating3

Bagaimana pendapat kalian? Jangan lupa komentarnya!


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

6 Comments

John · 01/12/2016 at 8:11 am

Ulasan bagus, mungkin berikutnya bisa mengulas VN yuri yang lain juga 😀

    robetfujita · 01/12/2016 at 8:17 am

    terima kasih. mungkin sudah pernah main visual novel yang sejenis? jika pernah, pengin nyoba menulis di Pojok Visual Novel?

      John · 01/12/2016 at 10:38 pm

      Menarik, barusan cek tata caranya, sepertinya bisa dicoba 😀

robetfujita · 01/12/2016 at 11:00 pm

oke. ditunggu ulasannya

Ngobrol dengan Sugina Miki tentang Serial Terakhir Flowers (Bagian Awal) – HERO Soft · 12/07/2018 at 5:39 pm

[…] Baca Juga : Flowers -Le volume sur Primptenps […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: