Ulasan Sakura no Mori Dreamers

Published by Robet Fujita on

Di dalam kota yang penuh dengan pembunuh, apakah sanggup untuk mengatasi mereka? Atau dirimu sendirilah yang akan menjadi pembunuh?

cover

Kota Sakura no Mori adalah kota yang indah dan damai. Fukigami Shinji lahir dan besar di kota itu, tidak ada aneh jika dia sangat cinta sekali dengan kota kelahirannya. Tetangga sekaligus teman masa kecilnya Akitsu Madoka selalu menemaninya untuk bersepeda yang merupakan salah satu hobinya. Setiap hari dipenuhi dengan kebahagiaan hingga Shinji menyatakan cintanya pada Madoka.

Kebahagiaan Shinji berakhir setelah Madoka terbunuh di tempat dia menyatakan cintanya. Shinji yang kehilangan semua orang yang dikasihinya termasuk orang tuanya, kini kehilangan ‘niat’ untuk hidup, karena semua telah hilang, semua telah berakhir.

2

Di suatu waktu, saat termenung di kelas, dia melihat sosok ‘hantu’ teman sekelasnya, dimana tidak ada seorang pun yang bisa melihat sosok itu.  Karena penasaran, dia berusaha mencari tahu akar permasalahannya, dan di sanalah dia bertemu Kirito Kureha. Gadis cantik anggota dari Sakura Mori Dreamers. Sejak saat itulah Shinji mengetahui sosok manusia yang lain yaitu “Bodaha,” roh jahat yang merasuki tubuh manusia sehingga membuat seseorang menjadi pembunuh. Dan disini awal Shinji untuk membalaskan dendam Madoka dimulai.

1

Sakura no Mori Dreamers (selanjutnya akan ditulis Sakura no Mori) adalah Visual Novel misteri pertama dari Moonstone, dan juga Visual Novel misteri pertama yang saya mainkan, sekaligus yang diulas di Pojok Visual Novel.

Sebagai Visual Novel  bergenre misteri, tentu saja pertama yang menarik perhatian adalah pembentukan suasana. Dan Sakura no Mori berhasil menciptakan itu. Meski di bagian prolog begitu ‘membosankan’ tapi ketika masuk Chapter pertama suasana tegang, mencekam, bisa terasa. Terutama saat kemunculan Bodaha yang tiba-tiba, seringkali membuat saya kaget.

Bisa dikatakan bahwa, tidak hanya gambar yang terkesan memiliki suasana ‘gelap’, background music juga membantu untuk menciptakan suasana ‘mencekam. Tadi. Sehingga selama memainkan Bagian Pertama dari Visual Novel ini, saya tidak bisa merasa tenang karena ancaman dari ‘hantu’ ini tidak ada yang mengetahuinya.

Sebagai catatan Sakura no Mori terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama bercerita tentang awal mula karakter utama bertemu tim Sakura Mori Dreamers dan lepasnya karakter utama dari rasa balas dendam. Sedangkan bagian kedua berfokus pada kehidupan karakter utama dengan pasangan ‘baru’nya.

Sebelum berlanjut, akan lebih baik jika mengenal gadis-gadis rekan karakter utamanya terlebih dahulu.

Akitsu Madoka

6Teman masa kecil Shinji sekaligus tetangganya. Ceria, dan suka sekali mengerjai Shinji. Teman satu hobi dalam bersepeda dan selalu bersama kemana saja. Sayangnya dia harus terbunuh setelah mendapat pernyataan cinta dari Shinji.

Kirito Kureha

7Satu-satunya petarung dalam tim Sakura Mori Dreamers sebelum Shinji masuk. Teman sekelas Shinji tapi mereka tidak akan pernah berkenalan bahkan bertemu jika Shinji tidak mencari tahu tentang ‘sosok’ hantu yang ada di kelasnya. Cerdas, dan dewasa. Tapi pemalas dan sering dibilang tidak tahu malu. (Omong-omong ini karakter favorit saya)

Fukigami Hatsune

Sepupu dari Shinji tapi sudah dianggapnya adik sendiri, karena mereka selalu bersama sejak kecil. Bersama Ibunya dia terkadang mengunjungi Shinji untuk menyiapakan sarapan dan makan malam. Karena kedua orangtua Shinji sudah meninggal, Fukigami Miyako, ibu dari Hatsune yang menjadi penggantinya.

Shizumiya Mahoro

Anggota tertua Sakura Mori Dreamers. Sudah berada dalam tim Sakura Mori Dreamers sejak awal berdiri dan merupkan ‘kunci’ dalam kegiatan Sakura Mori Dreamers. Karena sebagai anggota tertua, dia sering sekali mengerjai Kureha yang polos.

Erisaka Mifuyu

Teman lama Kureha yang dulunya satu tim dalam Sakura Mori Dreamers. Dia adalah anggota ekskul seni rupa. Sempat keluar dari Sakura Mori Dreamers karena suatu alasan, tapi akhirnya kembali lagi dengan ’alasan’ balas budi kepada Shinji yang telah menolongnya dari ‘pembunuh.’

Meski cerita utamanya dari Visual Novel ini bertarung dengan ‘pembunuh’, bukan berati kita akan diajak bertarung secara nyata. Semua pertarungan berada dalam mimpi. Oleh karena itu Mahoro merupakan ‘kunci’ dalam tim karena dialah yang bisa membawa orang lain kedalam ‘dunia mimpi.’

Tapi yang disayangkan adalah meski banyak pertarungan di Visual Novel ini, mungkin untuk beberapa orang adegan pertarungannya masih kurang jelas. Karena CG masih belum bisa menjelaskan secara penuh monolognya. Tapi tenang saja, kesan menyeramkan dan menjijikan dari sebuah aksi ‘bunuh-bunuhan’ masih bisa dirasakan. Seperti yang dijelaskan diatas tadi, suasana yang terkesan ‘gelap’ adalah poin utama dari Visual Novel ini.

Bagaimana dengan cara mendapatkan rute yang kita inginkan? Itu gampang. Sudah terlihat dengan sangat jelas pilihan mana yang akan membawa teman-teman masuk ke rute favorit kalian, tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Hanya, jika pilihan itu muncul saat terjadi aksi ‘bunuh-bunuhan’ harap hati-hati kadang-kadang pilihannya menipu.

Dan karena ini cerita misteri, maka ceritanya utuh dengan alur tunggal. Jadi meskipun masuk rute yang berbeda, ceritanya akan tetap memiliki ending yang sama.

Terakhir, adalah H-Scene. Oke, dengan genre misteri dari awal saya sudah tidak terlalu berharap akan datang hari dimana kita bisa ‘bermain’ dengan karakter faovorit kita. Suasana menengangkan dan cerita yang serius menambah kekhawatiran itu.

Tapi itu semua salah. Dengan cerita yang berat diawal, kalian akan mendapat ‘hadiah’ yang luar biasa. Dengan pengisi suara yang ‘mendukung’ dan CG yang ‘wah’. Nafsu kalian akan terpuaskan. Tidak percaya? Coba main deh.

Oke begitulah gambaran dari Visual Novel misteri pertama dari Moonstone. Untuk bagus tidaknya itu semua tergantung pendapat teman-teman. Memang Sakura no Mori bukan satu-satunya Visual Novel misteri dan bukan yang terbaik, tapi tetap disarankan untuk dimainkan.

bonus.png

Sebagai penutup, jangan lupa jika Sakura no Mori Musim ke-2 sudah masuk proses produksi, begitu kata pihak Moonstone. Di bagian kedua ini, ‘mungkin’ akan ada rute untuk Madoka. Masa? Hanya Moonstone dan stafnya yang tahu. Informasi lebih lanjut kunjungi laman berikut ini.

Selamat menikmati berburu roh jahat bersama gadis-gadis cantik!


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Lucky Junaedi · 16/11/2017 at 6:22 pm

Denger2 bakal ada patch nya. Dapet info di steam

    Robet Fujita · 19/01/2018 at 10:32 pm

    Untuk Sakura no Mori Dreamers, terjemahan hanya ada dalam bahasa Mandarin

[Pojok Visual Novel] Sakura no Mori Dreamers 2 – HERO Soft · 03/04/2018 at 2:01 pm

[…] dengan seri sebelumnya, di musim kedua ini, cerita dimulai tepat tiga bulan sejak Madoka ‘damai’ di alam sana. Shinji […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: