[Pojok Visual Novel] Ao no Kanata no Four Rhythm

Published by Robet Fujita on

Terbanglah dengan seluruh kemampuanmu menembus batas yang belum pernah diketahui sebelumnya. Itulah setidaknya sedikit nilai yang bisa didapatkan dari Ao no Kanata no Four Rhythm. Bagaimana Visual Novel ini bisa menembus batas dengan memenangkan Moege Award tahun 2014? Mari kita simak ulasannya berikut ini.

Judul : Ao no Kanata no Four Rhythm (蒼の彼方のフォーリズム)
Produksi : Sprite  (28 November 2014)
Durasi : Panjang (30 – 50 Jam)
Pengulas : Robet Fujita
Patch : Ada (Inggris)

Bagaimana rasanya jika terbang itu semudah bersepeda? Tentu saja siapa saja bisa terbang dimana saja tanpa harus repot-repot ke bandara beli tiket dan urusan panjang lainnya. Apalagi jika kita bisa terbang secara pribadi, kita bisa pergi ke pasar, supermarket tanpa harus takut macet. Asyik, kan?

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-157

Enak, ‘kan? Enggak macet.

Setidaknya itu yang dialami oleh Hinata Masaya, salah seorang murid disalah satu pulau buatan dimana terbang bisa semudah bersepeda dan disinilah Flying Circus, sebuah nama olahraga yang bisa membuat teman-teman menemukan kebahagiaan sekaligus kesedihan. Kurashina Asuka murid pindahan dari luar pulau secara tidak sengaja bertemu Masaya dan disitulah Asuka merasakan bagaimana rasanya terbang, yang menjadi impiannya sejak kecil.

Setelah mengenal rasanya terbang, Asuka tentu saja langsung tertarik dengan Flying Circus, dan dia meminta Masaya untuk mengajarinya dari nol. Dimana Masaya sendiri ‘dulunya’ adalah seorang atlet Flying Circus. Namun karena suatu alasan dia ‘gantung sepatu’ dari sana. Melihat semangat Asuka akankah Masaya kembali untuk terbang sekali lagi?

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-158

Ao no Kanata no Four Rhythm selanjutnya akan ditulis AoKana merupakan Visual Novel karya Sprite kedua setelah Koi to Senkyo no Chocolate. Sebagai studio yang tidak ‘terlalu’ produktif, Sprite terbilang cukup totalitas dalam setiap karyanya. Desain karakter yang ‘halus’, watak karakter yang kuat dan unik, dan jalan cerita yang kompleks. Namun hal itu juga menjadi senjata makan tuan. Menurut saya pribadi, jika tidak menyelesaikan hingga setidaknya setengah jalan, saya masih kebingungan disana-sini, mulai peraturan dalam permainan Flying Circus, Gravity Shoes (sepatu yang digunakan agar bisa terbang), hingga istilah yang digunakan dalam olahraga Flying Circus (seperti High Yo-Yo, Low Yo-Yo dan lain sebagainya). Tapi beruntung dengan ‘totalitas’ dari Sprite semua itu bisa jelas dengan bantuan gambar yang interaktif. Meski tidak jelas secara total, namum setidaknya cukup untuk memahami jalan cerita.

Tambahan lagi, meski saya sudah cukup lama belajar bahasa Jepang, namum merasa kosakata yang  saya kuasai masih kurang cukup untuk memahami setiap monolog yang ada, terutama membahas hal ‘khusus’ tentang Flying Circus.

Beralih ke pengenalan karakter

Ada empat karakter utama dalam Visual Novel ini

Kurashina Asuka

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-163

Secara tidak sengaja bertemu dengan Masaya saat pertama kali masuk sekolah. Ceria, bersemangat dan pantang menyerah. Hewan kesukaannya adalah Ikan Terbang

Tobisawa Misaki

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-164

Teman sekelas Masaya, dan salah satu pemain Flying Circus berpengalaman. Terlihat ‘slengehan’ dan tidak suka dengan hal yang membosankan.

Arisaka Mashiro

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-104

Anak kelas satu, dan ‘lengket’ sekali dengan Misaki. Terkesan berisik dan ‘tsundere’, tapi sebenarnya dia cukup penyendiri. Suka sekali bermain game dan bermain suara perut dengan bonekanya. Oh, ya dia juga anak dari pemilik warung Udon.

Ichinose Rika

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-165

Kok sedikit, ya penjelasan tentangku …?

Tetangga baru Masaya yang bersekolah di SMA Takafuji. Sangat akrab dengan Mashiro setelah beberapa kali melakukan latihan bersama.

Nah, berhubung saya tidak masuk ke rute utama yaitu Asuka (malah terjebak dengan keimutan Mashiro), jadi tidak bisa cerita banyak. Tapi yang pasti AoKana benar-benar menyajikan cerita yang kompleks tanpa harus mengikut tren cerita cinta masa SMA yang biasa kita temui di Visual Novel pada umumnya. Kalau saya menyebutnya dengan gaya cerita realistis dengan ‘bumbu’ secukupnya.

Kata admin HERO Soft, selain Asuka, rute Misaki juga tidak kalah bagus, bahkan ada yang mengatakan lebih bagus Misak daripada Asuka dari segi jalan cerita. Semua itu masalah selera, tinggal pilih saja yang disukai. Saya yang masuk rute Mashiro juga sudah cukup puas dengan ceritanya, meski akhirnya kita tidak tahu rahasia apa yang ada dalam diri Asuka maupun Misaki

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-102

Ah, masa sih?

Selanjutnya mungkin sudah banyak yang tahu, bahwa AoKana juga ada adaptasi Animenya. Berjumlah 12 episode yang dirilis pada tahun 2015. HERO Soft juga sempat bekerja sama dengan salah satu fansub untuk mengerjakannya. Hasilnya bisa dilihat di sini. Tidak berhenti disitu, AoKana juga mendapatkan adapatasi PS Vita, Mobile versi Android dan iOS dan juga PS4. Kurang apa coba?

Beda dengan adaptasi animenya, apalagi jika teman-teman tidak masuk rute utama, Inui Saki, salah satu karakter yang menjadi musuh terkuat dalam Flying Circus, tidak begitu disorot. Terus kenapa? Berbahagialah karena AoKana ada sekuelnya. Yang berjudul Ao no Kanata no Four Rhythm -Zwei-. Dengan Inui Saki sebagai heroine utama. Meski belum pasti kapan rilisnya, tapi bagi teman-teman yang menunggu silakan bersabar.

スクリーンショット (168).png

Seperti disinggung diatas tadi, bahwa AoKana telah memenangkan Moege Award tahun 2014. Mengalahkan lebih dari 50 judul yang lainnya. AoKana bisa menang dengan selisih poin yang jauh berkat jalan ceritanya yang bervariasi, begitu pendapat dari tim Moege Award.

%e3%82%b9%e3%82%af%e3%83%aa%e3%83%bc%e3%83%b3%e3%82%b7%e3%83%a7%e3%83%83%e3%83%88-101

Totalitas, jalan cerita yang variatif menjadi kunci bagi Sprite untuk mendapatkan gelar sebagai Visual Novel terbaik Tahun 2014

Akhir kata, sebenarnya apa yang membuat AoKana begitu hype? Padahal isi ceritanya juga cukup berat. Tidak bisa dipungkiri bahwa nama Sprite juga menjadi salah satu pemicunya meski karyanya tidak banyak, totalitas mereka dalam membuat sebuah karya memang harus diakui. Adaptasi anime? Apalagi. Namanya menonton anime lebih gampang daripada baca Visual Novel, bisa dianggap rangkuman lah.

スクリーンショット (234).png

Ini cuma bonus, kok.

Bagi teman-teman yang suka dengan Visual Novel Sci-Fi dengan bumbu romansa dan gaya cerita yang tidak terlalu ‘membual’ mungkin ini salah satu rekomendasi terbaik untuk teman-teman

rating4

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa komentarnya!


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Noname · 29/12/2016 at 9:37 am

Maenin VN nya cuma buat maenin route Misaki #teammisaki

Yuki · 21/02/2017 at 1:48 am

bagus banget menurut saya, hanya saja setelah mengetahui asal mulanya dari ero gemu…
rasanya…
jadi teringat fate series T.T

oh yaa min, mimin mainnya yg bahasa jepang/bahasa inggris?
kalo yg bahasa inggris, saya minta dong?

LastStardust · 07/04/2017 at 4:34 pm

wah ini salah satu favorite ane nih VN :v kalau bisa di translate mas jadi bahasa indonesia :v

xxxx · 17/10/2017 at 10:54 am

kalo bisa tampilkan juga link dowloadnya haha xD

    Robet Fujita · 19/01/2018 at 10:34 pm

    Sesuai Kebijakan, HERO Soft tidak akan mencantumkan tautan unduh, kecuali Versi Trial atau yang resmi lainnya.

Proyek Aokana EXTRA 2/Zwei (Season 2) Diberhentikan!? – HERO Soft · 26/06/2018 at 3:26 pm

[…] Pojok Visual Novel Aokana […]

[Pojok Visual Novel] Hitotsu Yane no, Tsubasa no Shita de – HERO Soft · 20/11/2018 at 5:04 am

[…] banyak Visual Novel bertema olahraga ‘langit’ yang rilis setelah larsinya Ao no Kanata no Four Rythms? Dan salah satunya yang mirip adalah karya perdana dari Harmorise, “Hitotsu Yane no, Tsubasa no […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: