[Pojok Visual Novel] Newton to Ringo no Ki

Published by Robet Fujita on

Siapa yang tidak kenal dengan Issac Newton? Kita pasti kenal Bapak Fisika modern ini saat mempelejari mata pelajaran Fisika di saat SMP atau SMA. Tapi apa yang terjadi jika seorang ilmuwan terkenal dengan teori gravitasinya itu ternyata adalah seorang gadis kecil? Iya, dari sekian Visual Novel yang ada Laplacian mencoba membawa nama besar Newton ke dalam Visual Novel komedi. Terus apa yang akan didapatkan dari Visual Novel yang bercerita tentang plesetan Newton dan pohon apel ini?

Berawal dari keterpaksaan

スクリーンショット (146)_compressed
Asanaga Shuuji adalah seorang pria menyerah pada mimpinya untuk meraih nobel bidang fisika. Karena dia merasa tidak mampu untuk mengejar sosok yang dikaguminya, yaitu kakeknya sendiri, dimana kakeknya sudah mendapat nobel dalam bidang fisika.
Suatu waktu, teman masa kecilnya, Utakane Yotsuko membawa suatu paket kiriman kepada Shuuji dari kakeknya. Kotak itu berisi tiket pesawat ke Universitas terkenal di Inggirs yaitu Tenbridge (mungkin aslinya Cambridge), dan sebuah kunci yang tidak jelas apa gunannya. Singkat cerita Shuuji yang tidak mau berurusan dengan kakeknya terpaksa pergi ke Inggris karena dipaksa oleh Yotsuko. Dengan alasan takut mubazir karena sudah diberi 2 tiket pesawat.

Perjalanan waktu dengan teleskop Mekanika Newton

Sesampainya di Tenbrige, mereka menuju sebuah gubuk yang konon merupakan tempat tinggal kakeknya Shuuji. Sembari menaruh barang dan melihat-lihat gubuk tersebut, mereka menemukan satu ruang bawah tanah. Penasaran, mereka langsung masuk kedalammnya, dan terkejutnya mereka ternyata ada teleskop buatan Newton di situ.
Aneh tapi nyata di teleskop tersebut, terdapat lubang kunci yang kelihatannya pas dengan kunci dari kakek Shuuji. Tanpa pikir panjang langsung dicolok deh!

Pohon yang terkenal itu akhirnya terbakar

スクリーンショット (147)_compressed

Ternyata colokan mereka terhadap lubang kunci tadi, berdampak buruk bagi umat manusia! Setelah menggunakan teleskop yang ternyata adalah mesin waktu, mereka sampai di Inggris (lagi) tapi pada tahun 1700-an.
Tanpa sebab yang jelas, ruang bawah tanah yang mereka tempati kemudian terbakar. Dan disaat Shuuji dan Yotsuko berusaha menyelamatkan diri, ‘bertemulah’ mereka dengan seorang gadis ‘kecil’ pirang, Twintail, dengan posisi yang sungguh sedap di pandang mata.

Meremas dada, sejarah umat manusia yang mundur 300 tahun.

スクリーンショット (148)_compressed

Pernakah terpikirkan, bahwa sebuah tindakan sepele bisa merubah dunia? Inilah yang dilakukan Shuuji. Setelah mencari tahu kesana-kemari dan mengetahui bahwa saat itu adalah Inggris pada tahun 1700, Shuuji dan Yotsuko bertemu dengan gadis ‘kecil’ pirang, dan Twintail tadi. Dan sebuah kenyataan mengejutkan tekuaklah sudah, gara-gara meremas dada saja, Shuuji sudah merubah sejarah umat manusia selama 300 tahun kedepan.
Karena akhirnya diketahui bahwa gadis ‘kecil’ pirang, Twintail tadi adalah Issac Newton yang menciptakan teori gravitasi, dan penulis buku Principa dengan nama aslinya adalah Alice.

Pertemuan dengan sosok-sosok yang luar biasa

Mengetahui kenyataan yang ‘kejam’ itu, mau tidak mau Shuuji harus melakupan apapun dengan cara apapun agar sejarah manusia tidak terlambat. Dan dalam perjalanannya mencari tahu cara agar bisa memperbaik sejarah yang rusak itu, Shuuji bertemu dengan berbagai orang yang luar biasa, baik dari luar maupun dari dalam.

Asanaga Shuichirou

スクリーンショット (149)_compressed

Om-om muda yang ditemui Shuuji saat pertama kali mengikuti kuliah umum Robert Hooke. Mendengar namanya saja, Shuuji sudah tahu kalau om-om muda itu adalah kakeknya yang dikaguminya. Terus kenapa dia ada disini? Bagaimana caranya orang bisa hidup 300 tahun lebih?

Alice Bedford

スクリーンショット (150)_compressed
Gadis kecil, berdada rata, berambut pirang, serta twintail. Dan dia adalah sosok Issac Newton. Ini bisa merupakan candaan bisa juga kisah nyata. Tidak ada yang tahu, karena yang tahu bagaimana wajah Newton sebenarnya hanya orangtuanya.
Namun yang pasti Newton dalam sosok Alice ini sangatlah Tsundere. Namun karena menyadang nama Newton, tentu saja dia sangat cerdas, gigih, rajin dan memiliki daya konsentrasi tinggi. Serta memiliki dedikasi tinggi pada perkembagangan ilmu pengetahuan

Utakane Yotsuko

スクリーンショット (151)_compressed

Teman masa kecil Shuuji yang sangat menyukai Fisika, matematika dan ilmu pasti lainnya. Sangat suka mengukur sesuatu, sampai satuan terkecil. Bahkan kapan pulang, kapan pergi Yotsuko bisa menghitungnya sangat detil, melebihi Stopwatch smartphone. Yotsuko memang terlihat cool, tapi itu hanya penampilan, tidak ada yang tahu perasaan seseorang.

Kusumo Haru

スクリーンショット (152)_compressed

Mahasiswi Tenbridge, dari Jepang. Sangat menawan, dan terlihat dewasa, dengan tubuh yang ‘dewasa’ pula. Namun Haru tidak pernah ke Jepang sekalipun. Kenapa bisa begitu? Tidak perlu dipikirkan. Yang penting dia adalah sosok Edmond Halley yang sesungguhnya! Iya Edmond Halley yang membantu Newton menerbitkan buku Principa karya Newton.

Lavi Gier

スクリーンショット (153)_compressed

Ilmuwan yang memiliki pemikiran maju di zamannya. Orang yang pertama kali menyadari status Shuuji dan Yotsuko yang bukan merupakan orang di zamannya. Pemikiran ‘berbeda’ yang dimilikinya dipengaruhi oleh ibunya, yang juga ilmuwan hebat. Namun sayang kehebatan dan kepintaran ibu Lavi saat itu membuat dia dianggap penyihir sehingga dia dibunuh.

Emi Felton

スクリーンショット (154)_compressed
Emi adalah seorang pembantu, (Maid) yang sangat meyukai kentang. Sampai-sampai setiap hari makanan yang disajikan olehnya di asrama adalah olahan kentang. Meskipun bekerja sebagai Maid, dia tidak pernah malu untuk belajar, sehingga meski tidak jadi mahasiswi tapi tetap memiliki pengetahuan sekelas Issac Newton.

Dibuat berdasarkan Cerita (setengah) Nyata

Cerita bahwa Yotsuko adalah teman Newton dalam perjalannya menemukan teori gravitasi pada dasarnya memang tidak ada. Kemudian, sosok Haru memang fiksi. Tapi sosok Halley dan perannya dalam membantu Newton serta keakrabannya dengan Newton adalah cerita nyata. Dan siapa menyangka, nama Issac Newton adalah nama yang mewakili dua nama orang ‘bersaudara’ Yaitu Alice dan adiknya Emi. Dalam sejarah memang Newton ‘dibuang’ oleh ibunya sejak masih kecil, tapi apakah kemudian menikah lagi apa tidak, itu hanya fiksi belaka.

Visual Novel ini juga mengambil latar separuh nyata dan separuh fiktif. Bagian universitas di mana Newton belajar digambarkan secara nyata yakni Inggris abad 16. Dan yang tidak nyata adalah nama universitas, yaitu Tenbridge. Karena seharusnya Cambridge. Cerita Royal Society dengan Robert Hooke sebagai ketuanya juga merupakan cerita nyata.

スクリーンショット (155)_compressed

Penggambaran Robert Hooke menurut laplacian

Tidak hanya itu, bagaimana peran ilmuwan perempuan saat itu yang dipandang sebelah mata juga merupakan kisah nyata. Serta bagaimana masyarakat saat itu yang masih dibelenggu oleh keyakinan agama dan tekanan gereja juga diceritakan sesuai fakta. Sehingga konflik nyata saat itu, antara ilmuwan yang ‘cerdas’ melawan orang-orang yang ‘kolot’ takut melawan perubahan dapat kita nikmati dalam bentuk cerita Visual Novel

Fisika melalui Visual Novel

Ilmu yang diceritakan di Visual Novel ini juga tidak melenceng. Alih-alih membuat teori sendiri seperti Visual Novel Science Fiction pada umumnya, teori-teori di Visual Novel ini, baik fisika, meteorologi, astronomi, matematika, dan lain sebagainya ditulis persis seperti apa yang telah diketahui.

Tidah banyak orang yang menyukai bidang ini. Bahkan Shuuji saja sampai muak dengan fisika hingga hampir menyerah. Buat apa sih menghitung benda yang jatuh? Kenapa kita harus menghitung berat jenis suatu benda? Hal-Hal yang mungkin diungkapkan saat menerima pelajaran Fisika ketika SMP ataupun SMA.

Tapi melalui Visual Novel satu ini, ada kesadaran bahwa hal-hal yang kita benci itu sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Tidak ada teknlogi uap jika tidak ada teori gravitasi, begitu juga penciptaan pesawat, bahkan ponsel pintar sekalipun. Yang memainkan Visual Novel ini dibuat sadar kembali bahwa Fisika itu tetap berguna meski menyebalkan. Karena Fisika dapat menjelaskan apa yang ada di sekitar kita.

Pendapat Pribadi

Newton to Ringo no Ki adalah merupakan sebuah oasis dalam dunia Visual Novel. Dengan membawa cerita komedi atas dasar cerita Newton dan pohon apel, memberikan Laplacian identitas berbeda dari produsen lain. Cara membawa candaan dalam Visual Novel ini juga termasuk unik menurut saya.

Daripada menekankan pada komedi yang ngelantur dan terkesan banyak omong, Newton to Ringo no Ki tetap mempertahankan keseriusan dalam cerita sejarah ilmu pengetahuan, namun hal itu terkadang diselipi break berupa perbicangan ringan antara Shuuji dan karakter lainnya dengan celetukan yang tidak terkesan memaksa. Bahkan dalam Visual Novel komedi seperti ini, saya masih bisa dibuat terharu pada adegan-adegan akhir setiap rute.

スクリーンショット (157)_compressed

Owh, yes …. Mantap ….

Meski tidak masuk akal, tapi saya jamin teman-teman akan terhibur dengan karya terbaru Laplacian ini.

Pojok Visual Novel | oleh Robet Fujita

Data Visual Novel

Judul  Newton to Ringo no Ki
Judul Asli  ニュートンと林檎の樹
Produksi  Laplacian
Tanggal Rilis  26 Mei 2017
Durasi  Sedang (10-30 Jam)
Situs Resmi laplacian.jp 
Akun Twitter  https://twitter.com/laplacian_info
Patch  Tidak ada

Versi Trial

cap0000_plus

Unduh Versi Trial

Video Opening

*Semua gambar/video/audio dalam artikel ini merupaka milik dari Laplacian sebagai pemegang hak cipta


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

berasmerah catatan4x · 02/10/2017 at 10:27 am

damn you japan, isaac newton pun bisa di-***

[Pojok Visual Novel] Kimi to Yume Mishi – HERO Soft · 11/03/2018 at 4:02 pm

[…] hidup demi menciptakan jenis Visual Novel yang baru. Dan saya rasa itu berhasil. Besama dengan Newton to Ringo no Ki, Visual Novel ini membawa sesuatu yang berat dan nyata menjadi bahan cerita yang ringan dan […]

Laplacian: Buat Mobage Nihil, Terjun ke Bishoujo Game, Merugi. – HERO Soft · 15/07/2018 at 6:37 pm

[…] WASABI: “Newton to Ringo no Ki” Itu yang punya kesan paling kuat. Gara-gara tokoh utamanya perjaka, Newton jadi tidak bisa […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: