[Pojok Visual Novel] Doki Doki Literature Club

Published by Robet Fujita on

Jika media sosial sudah penuh dengan gambar header diatas, berarti kalian sudah bertemu Monika. Iya ini adalah Visual Novel yang cukup popular dalam beberapa hari ini. Terus sebenarnya apa yang bisa membuat Visual Novel ini begitu viral di media sosial?

Mengutip dari situs AMHMagz, Doki Doki Literature Club, adalah  Sebuah VN besutan Team Salvato, Doki Doki Literature Club, rilis di Steam pada tanggal 22 September lalu. Menjanjikan petualangan bersama 4 karakter gadis moe di klub literatur dan grafik yang cantik.

Di dalam Pojok Visual Novel kali ini, saya tidak akan membahas bagaimana ceritanya, apa yang terjadi, terus apa sih membuat jadi seram. Tapi hanya ulasan secara umum, dengan sudut pandang yang berbeda. Jadi bagaimana Visual Novel ini, semua itu kembali pada teman-teman.

Masuk ke dalam ekskul Sastra yang cenat-cenut

Saya adalah seorang yang biasa saja, yang kemudian diajak oleh teman masa kecilnya yang bernama Sayori masuk ke dalam ekskul sastra yang sebenarnya juga biasa saja. Terus apa yang istimewa? Tidak ada. Awalnya sih begitu …..

Terus disuruh membuat puisi ….

Salah satu kegiatan ekskul sastra ya membuat karya sastra, nah contohnya itu puisi, atau puisi bahkan puisi. Kenapa gitu? Ya selama memainkan Visual Novel ini isinya buat puisi saja. Hingga kata-katanya pun harus dipilih sendiri sendiri. Repot, kan?

Anggotanya cewek semua, lo!

Ekskul sastra yang dimasuki (saya?) adalah ekskul yang special, karena kalian bisa menikmati kegiatannya dengan cewek-cewek cantik. Ada empat cewek yang bisa kalian ‘nikmati’ dengan karakter yang berbeda-beda.

Natsuki

Seoarang perempuan yang malu-malu kucing, dan terlihat sangat pemarah, tapi pada dasarnya, dia anak baik kok tenang saja.

スクリーンショット (192)

Yuri

Anaknya pendiam, pemalu, dan terkesan kurang percaya diri. Namun kemampuannya dalam membuat puisi itu luar biasa, bahkan lebih dari ketuanya.

スクリーンショット (190)

Sayori

Teman masa kecil, yang periang, jujur. Sudah sih itu saja. Tapi ingat dia yang membawa kita ke ekskul sastra itu, coba kalau enggak ada dia, gimana coba?スクリーンショット (191)

Monika

Ini …. Adalah sosok ketua dari ekskul sastra tersebut. Yang terlihat dewasa dan bisa diandalkan.スクリーンショット (187)

Terus apa yang hebat?

Kalau mau dibicarakan, ya jelas akan langsung membahas isi ceritanya secara utuh. Iya DDLC adalah sebuah Visual Novel yang sebenarnya bukan Visual Novel secara definisi umum. Kenapa begitu? Jika pada umumnya sebuah Visual Novel berlomba-lomba untuk bersaing dengan CG dan kualitas cerita, maka Visual Novel ini tidak memfokusnkan permainnya pada hal tersebut. Bagi teman-teman yang sudah memainkannya atau sudah menonton gameplay di YouTube mungkin sudah tahu.

Sosok Monika adalah kunci dari semua ‘kejadian-kejadian’ aneh pada Visual Novel ini. Seperti game itu sendiri, bahkan pada karakternya. Baik itu berupa teks yang rusak, tidak terbaca, karakter yang terbunuh secara tiba-tiba, atau game yang tiba-tiba mati sendiri.

スクリーンショット (205)

Memang ini ada ceritanya tapi bukan itu yang jadi fokusnya

Jika kalian tetap berusaha untuk menikmatinya cerita, berarti kalian adalah orang yang sabar. Karena meski tanpa mengikuti ceritanya secara utuh, kalian akan tetap mengerti apa yang dibawa dalam Visual Novel ini.

Jadi apa yang jadi nilai jual?

Yang jelas adalah gangguan dan rasa tidak nyaman pada pendengaran, melalui music, serta mata dengan kejadian error yang sering muncul pada game nya. Karena pembuatnya sendiri menginginkan sebuah Visual Novel yang berbeda dari biasanya, begitulah kata Dan Salvato pada ending gamenya. Apa maksudnya?

Visual Novel itu banyak, Selera orang juga banyak

Pada dasarnya sang pencipta dari DDLC ini sangat mengagumi betapa banyaknya jenis Visual Novel yang ada, begitu juga dengan cerita dan konsep yang mereka bawakan. Visual Novel diciptakan tidak hanya pada satu jenis, tapi berbagai jenis. Dan setiap orang punya seleranya masing-masing. Tidak perlu memaksa orang lain untuk menyukai satu Visual Novel begitu juga dengan Visual Novel DDLC ini. Ada orang yang suka, mungkin ada orang yang menganggapnya biasa saja, jadi tidak perlu berdebat untuk masalah ini.

Jadi, seram atau tidaknya Visual Novel ini, tergantung pendapat kalian. Tidak perlu memberi label tertentu hanya karena ‘isu’ jadilah netizen yang cerdas dengan mendapatkan informasi dari sumber yang terpercaya.

Pendapat Pribadi

Jujur saja, tidak ada yang istimewa. Tapi bukan berarti jelek. Karena kejadian aneh yang ada pada Visual Novel ini sangat tidak terduga, dan malah membuat penasaran. Tapi hanya berhenti disitu saja. Menurut saya. Karena gara-gara kejadian aneh tersebut saya sampai bingung main apa, main Visual Novel atau hanya lihat game bug? Tapi sekali lagi, Visual Novel ini menyadarkan, bahwa ternyata ada Visual Novel berjenis seperti ini.

Pojok Visual Novel | oleh Robet Fujita

Data Visual Novel

Judul  Doki Doki Literature Club
Judul Asli  Doki Doki Literature Club
Produksi  Team Salvato
Tanggal Rilis  22 September 2017
Durasi  Pendek
Situs Resmi  http://ddlc.moe
Akun Twitter https://twitter.com/TeamSalvato
Patch  Tidak ada

Video Opening


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: