[Pojok Visual Novel] Kotonoha Amrilato

Published by Robet Fujita on

SukeraSparo. Pada awalnya, tidak ada yang tahu nama brand yang ini. Apalagi asal mulanya. Tapi di bulan Agustus, keberhasilan mereka mengangkat karya pertama, Kotonoha Amrilato melalui Moege Award, membuat SukeraSparo diketahui oleh banyak orang. Apa yang sebenarnya membuat Visual Novel ‘baru kemarin’ ini begitu populer? Simak ulasannya dalam Pojok Visual Novel berikut ini.

Masuk ke dunia lain

Takato Rin, adalah gadis SMA biasa, punya hobi yang biasa, bahkan tidak memiliki kemampuan special apapun. Tapi hari-hari biasa, saat dimana dia asyik jajan, Rin menyadari suatu hal. Langit yang biasanya biru, berubah menjadi warna merah muda dengan indahnya.

cg1

Indah… seharusnya …. Tapi Rin tidak merasa nyaman, karena apa yang dia dengar, tidak dapat dia mengerti, apa yang dia lihat tidak seperti yang dia ketahui. Kenapa bisa begitu?

Bahasa yang tak dikenal

Ternyata, dunia di mana Rin berada adalah tempat yang berbeda. Bukan Jepang, bukan Spanyol, apalagi Rusia. Ini adalah dunia ‘lain’ dengan bahasa yang berbeda namun memiliki bentuk yang sama dengan tempat asal Rin.

cg4cg5

Menyadari dirinya berada di dunia lain, Rin merasa putus asa. Meskipun dia berusaha bertanya, tidak ada yang mampu mengerti. Meskipun dia berbicara, tidak ada yang mampu bisa menjawabnya. Dan disaat itulah Rin bertemu anak perempuan yang mampu menyelamatkan hidupnya.

Pertemuan dengan Ruka

Di tengah ketakutan dan kecemasan, Ruka muncul dengan bahasa yang (sedikit) mampu dipahami oleh Rin. Mendengar itu, Rin senangnya bukan main, sampai ingin menangis. Tanpa basa-basi, (toh ngomong juga enggak nyambung), Ruka mengajak Rin ke rumahnya.

cg3

Mengenal Juliamo dan Esperanto

Setelah tenang, akhirnya Rin di beritahu oleh Ruka, bahwa di dunia ‘ini’ bahasa yang digunakan berbeda dengan tempat tinggal Rin sebelumnya. Untung sekali Ruka masih dapat berbicara dalam bahasa Jepang, meski terbata-bata. Tapi itu sudah sangat membantu Rin, karena hanya bahasa Jepang yang dia mengerti.

Kemudian, Ruka mengajak Rin ke ‘balai kota’, untuk mendaftarkan diri sebagai Visitanto. Apa itu? Visitanto merujuk kepada orang ‘asing’ yang datang ke dunia ‘ini’ serta menunjuk orang yang tidak memahami Juliamo. Apa itu Juliamo? Juliamo adalah bahasa yang digunakan di dunia ‘ini’ untuk saling berkomunikasi.

cg6

Tapi ini yang unik, Juliamo, bukan bahasa buatan seperti pada Anime atau novel ringan pada umumnya, tapi merupakan bahasa yang benar-benar ada di dunia ini. Bahasa tersebut adalah Bahasa Esperanto. Menurut Wikipedia, Bahasa Esperanto Esperanto adalah bahasa artifisial yang diciptakan oleh L.L. Zamenhof, dan merupakan bahasa artifisial yang paling banyak diucapkan di seluruh dunia. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada tautan diatas.

cg7

Bendera Bahasa Esperanto

Juliamo atau Esperanto ini yang jadi nilai utama di dalama Visual Novel ini selain genre Yuri  yang mereka bawa. Karakter utama, Rin mau tidak mau, harus belajar Juliamo agar bisa berkomunikasi dan melakukan aktivitas di dunia ‘ini’. Bahkan dalam Visual Novel ini, juga ada fitur ‘belajar’ termasuk kamus, agar para pemainnya bisa belajar atau setidaknya ingat kosakata, hingga kalimat apa saja yang telah digunakan.

cg8

Hal tersebut merupakan sesuatu yang baru dalam sebuah Visual Novel. Tidak hanya menikmati cerita, kita juga harus belajar untuk bisa mengerti apa yang dikatakan Ruka dan orang-orang di dunia ‘ini’

Betapa menakutkannya sebuah bahasa

Dalam Visual Novel ini, kita diingatkan kembali, bahwa bahasa itu sebenarnya menakutkan sekali. Menakutkan, jika kita tidak memahaminya. Menakutkan jika kita tidak mampu menangkap pesan dari orang lain, meski kita sudah sangat menguasai bahasa tersebut.

Karena kesalahan menangkap pesan, dapat menyebabkan salah paham, yang akan berakibat terjadinya salah paham, fitnah, dan hal buruk lainnya. Bahkan perang pun bisa terjadi karena setiap pihak tidak mampu menerima dan memahami pesan yang disampaikan lawan bicaranya.

Oleh karena itu, bahasa itu luar biasa.

Tanpa bahasa yang ‘pasti’ manusia tidak akan bisa seperti sekarang. Tidak mungkin manusia bisa menciptakan Visual Novel kalau huruf saja tidak ada. Tidak mungkin juga ke bulan kalau karya ilmiah saja tidak pernah ditulis

cg9

Melalui bahasa budaya dapat disalurkan kepada orang lain. Melalui bahasa, kita mampu saling menyampaikan dan berbagi ide. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang sedang atau akan belajar bahasa (apapun itu) jangan ragu, jika merasa cocok dan nyaman lakukan dengan sepenuh hati. Bagi yang masih belum mengerti betapa hebatnya bahasa, jangan mengejek, mencela atau bahkan menghina. Ingat, kalian bisa membaca tulisan ini karena ada yang namanya “Bahasa.”

Pojok Visual Novel | oleh Robet Fujita

Data Visual Novel

Judul  Kotonoha Amrilato
Judul Asli  ことのはアムリラート
Produksi  SukeraSparo
Tanggal Rilis  25 Agustus 2017
Durasi  Sedang (10-30 Jam)
Situs Resmi  http://sukerasparo.com
Akun Twitter  https://twitter.com/sukerasparo
Patch  Tidak ada

Versi Trial

cg10

Unduh Versi Trial

Video Opening

*Semua gambar/video dalam artikel ini merupaka milik dari SukeraSparo sebagai pemegang hak cipta


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Lucky Junaedi · 28/11/2017 at 8:40 am

School Days HQ di buat pojok visual novel gan. Ane tunggu :3

Hasil Moege Award Tahun 2017! – HERO Soft · 01/06/2018 at 7:18 pm

[…] 12. Konsep Terbaik Hikari no Umi no Apeilia (Silkys Plus DOLCE) Kotonoha Amrilato (SukeraSparo) […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: