[Pojok Visual Novel] Sakura no Mori Dreamers 2

Published by Robet Fujita on

Setelah kematian pembunuh berantai, serta perginya Madoka, kekasihnya, ke alam sana, ternyata hari-hari damai Fukigami Shinji tidak kunjung datang. Rasa sayang dan penyesalannya akan Madoka belum bisa dia lupakan. Ditambah lagi, kasus pembunuhan yang tampak seperti bunuh diri, tiba-tiba terjadi. Apa yang terjadi? Bagaimana aksi Shinji dalam Sakura no Mori Dreamers?

Titik Awal Yang Berbeda

Berbeda dengan seri sebelumnya, di musim kedua ini, cerita dimulai tepat tiga bulan sejak Madoka ‘damai’ di alam sana. Shinji akhirnya sampai sekarang belum memiliki kekasih, karena sosok Madoka yang dia sayangi belum bisa hilang dari hatinya. “Mengharapkan sesuatu yang sudah pasti tidak akan terwujud” adalah sesuatu yang tidak sehat, tidak baik, sehingga bisa membuat akal sehat kita hilang. Tetapi, Shinji tetap berharap “Meski hanya sekali, aku ingin membuat Madoka bahagia.” Dan sejak saat itulah, kejadian aneh terjadi kembali.

snm22_compressed

Bunuh diri tanpa alasan yang pasti

Beberapa hari kemudian, beberapa teman satu sekolah Shinji. Satu per satu mulai melakukan bunuh diri tanpa alasan yang jelas. Seseorang yang nyatanya begitu ceria pada hari itu, tiba-tiba mengakhiri hidupnya keesokan harinya. Bagaikan pepatah, “Tak ada asap kalau tanpa api” (Meski sekarang ada rokok elektrik) Shinji bersama seluruh anggota Sakura no Mori Dreamers kembali bergerak mencari tahu penyebabnya.

snm21_compressed

Mimpi Merah Abadi

Setelah bertarung di dalam mimpi yang ‘masih sekedar mimpi’ pada musim pertama. Kali ini, Sakura no Mori Dreamers kembali dihadapkan pada fenomena mimpi yang ‘nyata’. Meski sebagian besar orang tidak ingat dengan apa yang mereka lakukan di mimpi “Merah” itu, tetapi di dalam mimpi merah ini siapa yang terbunuh, akan berwujud kematian pula di alam sadarnya. Kenapa bisa begitu? Karena mimpi merah bukan hanya sekedar mimpi, tapi merupakan “wujud dari jiwa seseorang.”  Di dalam mimpi merah, seseorang yang biasa bisa jadi luar biasa dengan kekuatan super yang dia miliki. Orang yang sudah luar biasa, akan jadi makin luar biasa.

Keinginan jahat seseorang bisa jadi sesuatu yang mengerikan. Keisengan seseorang bisa membuat orang lain terancam nyawanya. Bahkan, pembunuh yang seharusnya mati, bisa kembali untuk mancari mangsa.

Mimpi merah adalah mimpi yang lebih dalam dari mimpi biasa. Begitu dalam, hingga kita bisa kembali ke masa lalu.

Hari itu akhirnya kembali, Kebahagiaan Madoka ada di sini

Kembali ke masa lalu? Benar. ‘Tanpa sadar’ Shinji akhirnya bisa mengabulkan kebahagiaan Madoka yang sejatinya sudah hilang sejak hari itu. ‘Tanpa sadar’ hari-hari indah bersama Madoka bisa Shinji rasakan. Waktu berharga dengan orang yang disayangi itu benar-benar kembali.

Berpisah di danau itu, Madoka ‘akhirnya’ kembali dari Tokyo untuk tinggal dan hidup bersama Shinji di kota Sakura no Mori yang damai. Kembali bersepeda bersama, bercanda bersama, tertawa, hingga saling berpelukan dalam cinta dan kehangatan.

snm24_compressed

Tetapi seakan ‘takdir’ Shinji tidak bisa dihindari. Kemampuannya untuk melihat ‘hantu’ membuat dia dan Madoka harus terseret untuk menemui pembunuh berantai yang sudah membunuh 40 anak, Hyoudo.

Kebahagiaan Semu dan Pahitnya Kenyataan dalam satu titik

Keinginan kuat Shinji untuk membuat Madoka bahagia, membawa Shinji pada hari-hari indah bersama Madoka. Di sisi lain, pertemuan dengan Hyoudo dalam mimpi merah, membuat Shinji harus bertarung lagi untuk melindungi kota yang dia cintai.

snm26_compressed

Pada akhirnya hanya ada satu jalan yang harus Shinji pilih. Benar-benar merelakan kepergian Madoka dan memilih untuk kembali berjalan, bersama teman-teman (perempuan semua) yang baru. Atau memilih untuk hidup bahagia bersama Madoka selamanya. Mana yang akan dipilih Shinji?

Konfliks yang melibatkan perasaan.

Berbeda dengan musim pertama yang melibatkan Boddaha merah atau biru untuk mengetahui seseorang akan mati atau tidak. Maka pada musim kedua ini, pemicu masalahnya adalah perasaan seseorang. Ketika amarah, rasa tidak puas, hingga dengki muncul, maka orang biasa pun bisa membunuh seluruh isi kota. Sehingga masalah harus diselesaikan dari hati ke hati. Tidak bisa asal ceramah terus selesai begitu saja. Karena salah perhitungan, Shinji bisa saja membunuh orang secara nyata.

snm25_compressed

Lebih Dramatis dan Sadis

Jika merasa kurang dengan musim pertama, maka musim kedua bisa menjawabnya. Dengan cerita yang lebih dalam dan kompleks (hingga membahas cerita kelam di balik kota Sakura no Mori), hingga metode pembunuhan yang lebih sadis dan menjijikan apalagi dengan berbagai bentuk monsternya. Cukup membuat kita merasa ‘tidak nyaman’ dalam memainkannya.

snm27_compressed

Namun akhir ceritanya …. Kenapa begitu?

Iya. Kenapa kok bisa begitu? Saya sampai bingung harus berpendapat apa. Kenapa sih malah poligami? Tapi mungkin, alasan ini bisa jadi jawaban yang cocok ….

snm28_compressed

“Lelah”

Sejak 2001, MOONSTONE sudah membuat berbagai eroge dengan berbagai genre. Mulai dari yang fokus pada pemuas nafsu, melalui MOONSTON Cheery, hingga eroge normal melalui MOONSTONE Honey. Namun melalui nama MOONSTONE, sejak Natsu Iro no Nostalgia pada 2015 mereka terus membuat karya dengan genre misteri dengan konsep yang unik-unik. Dari ruang waktu, hingga zombie. Dan sejak membuat serial Sakura no Mori Dreamers ini, mereka terlihat serius. Hingga muncul sebuah karya yang cukup ‘hebat’ untuk genre misteri dan horror dari Brang seperti MOONSTONE. Yaitu “Hono Guraki Toki no Hate Yori.” Yang notabene, kedua karakter utamanya juga muncul di Sakura no Mori Dreamers musim kedua.

c924841package

Hono Guraki Toki no Hate Yori

Sakura no Mori Dreamers musim pertama sendiri pada dasarnya, ceritanya sudah cukup untuk dibilang “Happy Ending” namun kenapa Heroine utamanya cara matinya begitu? Merasa tidak ikhlas, teciptalah musim kedua. Bingung akhir ceritanya bagaimana, akhirnya semua jadi satu. Beres, kan?

Dan pada akhirnya, mungkin merasa lelah dengan rumit dan peliknya membuat genre misteri, MOONSTONE membuat brand baru, bernama Argonauts, dengan karya pertama bergenre romansa yang manis dengan Heroine tunggal, “Uchi no Kanojo” Mantap!

c1000506package

Uchi no Kanojo

Akhir kata, seperti kata Madoka, bahwa “yang dinamakan ‘hidup ‘harus terus berjalan. Yang selalu melihat masa lalu, hanyalah orang yang sudah meninggal.” Mungkin banyak hal yang dibuat MOONSTONE melalui karyanya, baik itu yang baik, atau malah sebuah kesalahan. Begitu juga dengan keseharian kita. Tapi selama kita hidup, daripada memajang masa lalu, lebih baik gunakan itu sebagai tangga untuk menciptakan diri kita untuk masa depan yang sudah menanti.

Pojok Visual Novel | Robet Fujita.

Data Visual Novel

Judul  Sakura no Mori Dreamers 2
Judul Asli  サクラノモリ†ドリーマーズ2
Produksi  MOONSTONE
Tanggal Rilis  28 Juli 2017
Situs Resmi  http://www.moon-stone.jp/product/ms26/
Akun Twitter  https://twitter.com/moonstone_twitt
Patch  ADA (China)

Versi Trial

taiken01

Unduh Versi Trial

Video Opening

*Semua gambar/video dalam artikel ini merupakan milik dari MOONSTONE sebagai pemegang hak cipta 


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: