[Pojok Visual Novel] Shoujo Minority –Nagusame no Ai—

Published by Robet Fujita on

Hubungan seks yang selama ini kita kenal selalu melibatkan dua orang, perempuan dan laki-laki yang saling membutuhkan satu sama lain. Saling membutuhkan inilah yang membuat dua manusia saling menyatukan tubuh mereka untuk mencari cinta yang nyata ataupun hanya mencari kenikmatan belaka.

Tapi, apakah benar seks membutuhkan cinta? Apakah seks hanya perlu mencari nikmat saja? Inilah Shoujo Minority karya pure more.

Seks untuk melupakan masalah di masa lalu

1_compressed

Pertemuan Akito dengan Katakura Nagisa, merupakan awal cerita hubungan badan tanpa cinta dimulai. Katakura Nagisa malam itu mencoba untuk bunuh diri dengan cara melompat ke sungai. Namun sayang percobaan bunuh diri itu diketahui oleh Akito, sehingga Nagisa gagal untuk merenggang nyawa. Tentu saja mencegah orang bunuh diri perlu konsekuensi untuk menanggung beban masalah mereka, dan dari sini Akito untuk pertama kalinya bersetebuh dengan perempuan yang baru pertama kali ditemuinya. Dari sini juga, makna seks tanpa cinta muncul dalam diri Akito.

Terus siapa Katakura Nagisa?

Akito dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa perempuan yang bersetubuh dengannya malam itu ternyata adalah seorang direkutr dari brand Fashion terkenal bernama Lala Garson. Ditambah lagi, Akito secara tiba-tiba akan menjadi sekretaris Nagisa menggantikan ayahnya. Semua hal ini membuat pengalaman seks tanpa cinta dalam diri Akito goyah. Sebagai sekretaris, Akito dapat menghabiskan waktu dengan sang direkur, Nagisa lebih lama dari siapapun. Dia dapat mengetahui sifat dan kebiasaan atasannya lebih dari siapapun.

2_compressed

Hal ini membuat rasa suka muncul dalam diri Akito. Tapi apakah benar rasa suka itu murni muncul karena cinta? Atau hanya karena dia pernah bersetubuh dengan Nagisa, sehingga ada keinginan untuk kembali bersetubuh kembali?

Godaan untuk mencari makna cinta

Karena Visual Novel ini merupakan serial dari Shoujo Series, layaknya Shoujo Activity sebelumnya, tentu saja Heroine yang dapat kita tiduri tidak hanya Nagisa saja. Dalam Visual Novel ini ada dua perempuan lain yang dapat kita pilih untuk “membantu” kita menemukan cinta sesungguhnya dalam kenikmatan bersenggama.

Heroine pertama adalah Mogami Yui, yang sebenarnya adalah mantan pacar Akito saat SMP. Meski sudah putus lama, cinta Yui kepada Akito tidak berubah. Meskipun Akito sudah mulai tertarik dengan Nagisa, dia tetap mengejar cinta Akito. Di sini pemain diberikan opsi untuk kembali balikan dengan mantan. Daripada repot-repot mendapatkan cinta Nagisa yang terbukti sulit untuk didapatkan. Benar, kan? Toh Yui sudah cinta mati pada Akito.

4_compressed

Mogami Yui

Opsi kedua adalah Souma Ayako. Dia adalah rekan kerja sekaligus senior Akito di Lala Garson. Merupakan penanggung jawab sub-brand MINI. Sejak pertama kali bertemu dengan Akito, Ayako sangat tertarik dengan Akito, apalagi Ayako belum pernah punya pacar sebelumnya. Dengan kata lain, perawan. Melalui Heroine ini, pemain diberikan opsi kedua, yaitu untuk mencari cinta baru dengan rekan kerja, daripada balikan dengan mantan, atau mengejar cinta yang bertepuk sebelah tangan. Dengan punya kekasih yang memiliki jenis pekerjaan yang sama, kita dapat saling membantu satu sama lain, kan?

5_compressed

Souma Ayako

“Tapi cinta saya hanya untuk Nagisa, bagaimana dong?” Tentu saja ini pilhan berat, kita harus mengorbankan semua kesempatan, terus bertarung dengan masalah dan masa lalu, serta mengejar cinta yang sulitnya luar biasa, namun tenang saja, cinta yang penuh perjuangan akan menghasilkan Happy Ending, setidaknya dalam Shoujo Minority ini.

3_compressed

Sudah paham dengan alur cerita Visual Novel ini melalui rangkuman di atas? 

Pendapat Pribadi

Sebagai bagian dari Shoujo Series, tentu saya berharap sesuatu yang lebih baik. Dan untungnya memang membaik. Kali ini masa lalu Heroine atau protagonis tidak secara langsung mempengaruhi cerita seperti pada Shoujo Activity. Selain itu, dua Heroine selain Nagisa ternyata memberikan bumbu yang cukup pedas terhadap pemain yang ingin acuh dengan hubungan kita dengan Nagisa. Memang pada akhirnya, Shoujo Minority akan lengkap jika kita mencintai Nagisa seutuhnya.

Selain itu, sebagai bagian dari pure more, Visual Novel ini kembali memberikan H-Scene yang tidak main-main. Selain karena konsepnya itu sendiri adalah seks, berbagai situasi dan adegan seks dapat ditampilkan dengan sangat memuaskan, karena tidak kejadian aji mumpung dalam Visual Novel ini. Dan karena konsep itu juga, cerita diluar mencari makna seks dan cinta seakan dianggap sebelah mata. Hanya lewat begitu saja, meski sisi positfnya, pemain bisa fokus pada inti cerita.

Melihat berbagai faktor yang ada, seperti karakter yang membohongi diri sendiri, berganti-ganti pasangan saat bersetubuh, tapi akhirnya menemukan ‘makna cinta yang sesungguhnya’ dalam senggama, Shoujo Minority tidak dapat direkomendasikan untuk semua orang. Tapi yang pasit, Visual Novel ini, akan cocok bagi yang mencari cerita cinta ‘abu-abu’ dan dosa. 😀

Pojok Visual Novel | oleh Robet Fujia

Data Visual Novel

Judul Shoujo Minority -Nagusame no Ai-
Judul Asli 少女マイノリティ-慰めの愛-
Produksi pure more
Tanggal Rilis 29 Juli 2016
Situs Resmi http://www.moresoft-info.jp/puremore/shoujominority/top
Patch Tidak Ada

Versi Trial

スクリーンショット (15)_compressed

Unduh Versi Trial

Video Pembuka

https://youtu.be/RRqKPVKMwA8

*Semua gambar/video dalam artikel ini merupakan milik dari pure more/MORE sebagai pemegang hak cipta


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

[Pojok Visual Novel] Shujo Graffiti – HERO Soft · 21/08/2019 at 9:11 pm

[…] [Pojok Visual Novel] Shoujo Minority –Nagusame no Ai— […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: