[Pojok Visual Novel] Koinaka

Published by Robet Fujita on

Mengikuti arus sebelumnya, Pojok Visual Novel kali ini akan membahas Visual Novel yang lebih ‘panas’ daripada sebelumnya. Kali ini giliran admin Robet Fujita yang akan membahas Koinaka ini dengan cara yang dalam dan mendetil. Selamat menikmati!

78268

peringatan

Judul : Koinaka -Koinaka de Hatsukoi x Nakadashi Sexual Life
(こいなか -小田舎で初恋×中出しセクシャルライフ-)
Produksi : eRondo (27 Juni 2014)
Durasi : Sedang (10-30 Jam)
Pengulas : Robet Fujita

a4x2_01-01Pertama kali saya tahu judul Visual Novel ini adalah, saat Judul Koinaka ini diadaptasi menjadi anime bergenre Hentai pada tahun 2016 ini. Begitu mau rilis animenya, langsung saya bergegas mengunduh Visual Novel ini. Jujur saja, saya sangat menyukai desain karakter dari Nonohara Mio, salah satu heroine di Koinaka ini. Sayang sekali, saat diadaptasi menjadi anime oleh collaboration works, desain karakternya jadi tidak seindah yang saya harapkan, apalagi ceritanya, sungguh mengecewakan. Tapi, ya sudahlah, toh saya mau mengulas Visual Novelnya, bukan adaptasinya.

Koinaka juga merupakan Visual Novel pertama saya, yang saya unduh sendiri, dan bukan yuri. Sempat kaget dengan harganya yang mencapai 9000 yen lebih, saya heran kenapa kok bisa semahal itu Setelah memainkannya, baru saya tahu alasannya.

Pertama sinopsisnya dulu, Visual Novel produksi eRondo ini bercerita entang Hirose Kouta, anak tunggal dari pemilik kuil, tapi sayangnya sang ayah sudah meninggal. Hirose Kouta yang tinggal dengan teman masa kecilnya Nonohara Mio dan adik tirinya Motoka, pada suatu hari, Kouta kedatangan tamu seorang wanita cantik, dan berpostur sempurna yang ternyata datang untuk menjadi istrinya. Wanita ini bernama Kuudo Mai, anak yang datang jauh dari desa, dibawa oleh Okazaki Erina kakak dari Motoka.

Cerita kemudian berfokus pada dua wanita, yaitu Mai dan Mio yang merebutkan Kouta agar bisa menjadi istrinya. Perebutan ini akibat adanya perintah dari seseorang yang mengaku dewa yang ternyata adalah Okaeri (Okazaki Erina) sendiri. Dengan alasan untuk menjaga keseimbangan alam dan roh desa. Sang pemilik kuil yaitu Kouta, harus memiliki keturunan, maka dari itu Okaeri mendatangkan Mai agar bisa melanjutkan keturunan Kouta. Mio yang tidak diterima dengan itu, meminta kepada Okaeri agar bisa menjadi calon dari ‘penerus’ keturunan Kouta.

Dari sinopsinya, sebenarnya biasa saja, namun hanya dengan memainkan bagian prolog saja, sudah bisa dapat H-Scene. Alih-alih main, di bagian menu, bagian CG回想, di sana ada pilihan untuk membuka semua H-CG dari awal, sehingga semua H-CG bisa terliat semua tanpa harus repot memainkannya. Tapi, Karena penasaran dengan setiap rutenya akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkannya hingga masuk rute. Namun sayangnya, sesuai sinopsis yang saya tulis, maka pilihan rute hanya ada dua, yaitu Mai dan Mio. Yang lainnya? Ada, tapi hanya sebagai selipan kalau-kalau salah pilih.

Bagaimana karakter setiap heroinenya?

Kuudo Mai
Untuk masuk ke rute sebenarnya sangat mudah, karena diawal kita sudah disuguhi dengan dua pilihan nama, yaitu Mai dan Mio, jadi tidak perlu repot-repot mikir. Nah, untuk Mai, karena berasal dari desa, maka baik bahasa maupun perilaku, luar biasa sopan. Apalagi karakternya sangat sempurna baik olahraga, maupun pelajaran. Penurut, tapi enggak bisa masak. Makanya dia sangat suka sekali dengan masakan Motoka. Dalam rute Mai, saya selain disuguhi H-Scene dengan posisi yang menggairahkan, juga disuguhi adegan SM. Sungguh luar biasa. Namun sayang sekali, karakternya yang penurut itulah yang membuat saya agak tidak tertarik mendalami rute ini.

スクリーンショット (124).png

Nonohara Mio
“Nono-chan” begitu lah karakter ini dipanggil, adalah tetangga sekaligus teman masa kecil Kouta. Dengan sifat yang ceria, banyak bicara, dan suka bercanda Nono-chan langsung meluluhkan hati saya saat kali pertama main. Memang tidak sesempurna Mai, tapi jika berbicara dengannnya seakan tidak ada jarak, dan bisa dengan bebas ngobrol apa saja. Di bagian H-Scene, adegan lebih cenderung ke adegan foreplay dan outdoor. Tapi disitulah letak ekspresi Mio yang paling bagus dari seluruh bagian H-Scene.

スクリーンショット (125)

Suzuhara Hibiki
Adik kelas Kouta sekaligus satu anggota ekskul, penampilannya tomboy dengan rambutnya yang pendek. Suka bicara blak-blakan, terutama tentang alat kelamin masing-masing. Keinginannya untuk ‘main’ dengan Kouta semakin tinggi setelah mengintip ‘aksi panas’ Kouta dengan Mai di belakang sekolah.

スクリーンショット (121).png

Hirose Motoka
Adik tiri Kouta, pintar memasak, sampai Mai ketagihan. Karena masih SMP, sehinnga dia agak-agak malu jika membicarakan soal seks. Meskipun begitu, dia akhirnya mendapatkan rutenya sendiri karena ingin mencoba seperti apa yang dilakukan kakaknya dengan Mio dan Mai.

スクリーンショット (122)

Okazaki Erina
Kakak Motoka, tapi entah kenapa dia tidak mengganti nama marganya. Sering dipanggil Okaeri dan mengaku sebagai dewa. Erina lah yang menyuruh Kouta untuk membuat Mai hamil agar bisa meneruskan keturunan dari pemilik kuil. Lebih blak-blakan kalau bicara, lebih dari Hibiki. Meski sok jadi mak comblang, dia juga ternyata juga terangsang sendiri setelah melihat Kouta berhubungan seks baik dengan Mai maupun Mio.

スクリーンショット (123)

Meski sentaku dalam memasuki sebuah rute termasuk mudah, tapi harus cukup jeli jika ingin membuka semua CG-nya secara mandiri. Karena baik rute Mai maupun Mio memiliki dua akhir cerita yang berbeda.

Terus kenapa Visual Novel semacam ini kok bisa mahal? Kemungkinan besar karena didalam Visual Novel ini ada fitur yang disebut フリー開発モード di sini kalian bisa bermain dengan karakter kesukaan kalian, dengan berbagai posisi, gaya permainan, sepuasnya. Meskipun mode ini akan ditemui dalam setiap rute, namun jika dalan mode eksploitasi bebas ini, semua jenis permainan dan posisi bisa langsung dicoba. Selain itu ada fitur Skill dimana setiap selesai bermain dengan posisi tertentu, kemampuan tertentu akan terbuka. Tentu saja kemampuan dalam melakukan  variasi hubungan seks. Asyik, kan?

Ditambah lagi setelah bisa menyelesaikan semua akhir cerita, kita bisa menikamti rute harem tanpa harus berjuang sedikit pun, karena untuk masuk rute ini hanya ada sedikit sekali sentaku yang harus dipilih. Dan salah pilih pun tidak akan berpengaruh apa-apa.

Namun diantara banyaknya kelebihan, pasti ada kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah kualitas cerita. Koinaka adalah Visual Novel yang berfokus pada aktivitas seksual daripada konsep ceritannya. Sehingga semua karakter laki-laki dalam visual novel ini tidak memiliki suara, ditambah lagi setiap karakter utama (Kouta) bicara, bicaranya sangat banyak dan panjang. Sehingga saya tidak bisa fokus pada cerita, karena panjang sekali yang harus dibaca, serta ukuran font-nya yang terbilang kecil. Jadi, jika bosan tinggal skip aja, Enak, kan?

スクリーンショット (129)

Cukup panjang, tapi ya sudahlah. Visual Novel ini mungkin tidak akan menarik bagi yang mencari kualitas cerita, tapi bagi yang mencari bahan masturbasi, Visual Novel ini membantu sekali ketimbang animenya.

Sekian dari saya. Yang merasa kata-kata atau gambar di artikel ini vulgar? Mungkin saja belum cukup umur atau belum membaca peringatan diatas. Salam.

Koinaka ada bagian dua-nya lo! Namanya Koinaka Lovers!

Bagaimana pendapat kalian ? Jangan lupa komentarnya, ya!


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

Komentar di sini

%d bloggers like this: