Mengenal Visual Novel [Bagian Akhir] : Perkembangan, Budaya, dan Kendala

Published by Robet Fujita on

Bagaimana perkembangan Visual Novel di Jepang sekarang?

Pada artikel bagian 2, Night Life (1982) yang merupakan ‘sesepuh’ eroge dirilis di platform NEC PC-8801. Hal ini kemudian menjadi sebuah jenis permainan baru yang terkenal hingga teknologi CD-ROM muncul pada sistem operasi Windows. Sejak saat itulah banyak jenis permainan yang pindah dari platform NEC PC-8801, ke computer pribadi yang menggunakan sistem operasi Windows seperti yang sering kita temui sekarang.

Dirilis dalam versi Playstation, XBOX, iOS, dan Android

Selain dalam versi PC yang biasa kita temui, terkadang perusahaan pemroduksi Visual Novel menambah jumlah pemainnya dengan cara merilisnya dalam versi lain. Pengguna Playstation adalah pengguna dengan jumlah terbanyak setelah PC di jepang. Sehingga, perusahaan-perusahaan yang tidak ingin kehilangan kesempatan itu merilis permainannya dalam versi Playstation. Apalagi sejak dirlisnya Playstation Vita, jumlah pemroduksi Visual Novel yang merilis permainannya dalam jenis ini bertambah.

Android yang dalam beberapa tahun mulai digunakan dalam berbagai jenis ponsel pintar, membuat perusahaan pemroduksi Visual Novel mendapat lahan baru untuk promosi hasil produksinya Sono Hanabira Kuchizuke wo : Deai no Omoide adalah salah satu Visual Novel yang versi aslinya ditujukan untuk sistem operasi Android.

tumblr_nv6qvnUJ5a1uqf4gco2_1280

Versi pertama dari Sono Hanabira no Kuchizuke wo : Deai no Omoide dirilisa dalam versi android.

Diadaptasi menjadi Anime.

Tidak jarang pula Visual Novel diapdaptasi menjadi serial anime, contohnya Clannad. Diadaptasi menjadi anime bukan berarti semua rute akan diadaptasi termasuk H-Scenenya. Itu semua tergantung sang sutradara mau dibawa kemana arah cerita Visual Novel tersebut. Dalam satu kasus, Visual Novel yang diadapatasi dipilih salah satu rute, kemudian dijadikan cerita animenya. Contohnya, Suffle! Dan Hoshizora e Kakaru Hashi. Tetapi, kebanyakan adaptasi Visual Novel, memakai semua rute yang ada secara ‘merata’, tetapi, memakai cara ini membuat jalan cerita sebuah anime terkesan ‘menggantung’. Karena sang karakter utama tidak memilih cewek yang disukainya, melainkan berperan sebagai teman. Namun tidak semua yang ‘menggantung’ itu menjadi tidak layak untuk ditonton. Ao no Kanata Four Rhythm, meskipun rute dijalani secara ‘merata’, tetapi dari segi cerita, terutama yang tidak memainkan Visual Novelnya, sangat layak untuk ditonton

Hoshizora_e_kakaru_hashi

Kalau Visual Novel di Indonesia bagaimana?

Perkembangan Visual Novel di Indonesia terkesan ‘tenggelam’, terutama dibandingkan anime dan komik. Sebenarnya alasannya tidak lain tidak bukan adalah masalah Bahasa. Sering ada pertanyaan yang kami terima, “Kok Bahasa jepang sih, enggak ada Bahasa inggrisnya?”. Tentu saja mendengar itu, kami hanya akan terdiam. Visual Novel pada dasarnya adalah permainan yang diproduksi khusus untuk negara Jepang. Karena setiap negara memiliki hukum yang berbeda tentang konten yang disajikan dalam Visual Novel, oleh karena itu, untuk menghindari permasalahan dengan  konten ‘eksplisit’ dan kendala Bahasa maka sebagian besar Visual Novel dirilis dalam Bahasa jepang. Visual Novel berbahasa ‘selain’ Jepang adalah hasil kerja dari beberapa kelompok sukarela yang menerjemahkannya untuk Bahasa mereka masing-masing, terutama Bahasa inggris. Adapun jika ada versi resmi dalam Bahasa inggris, itu saja kemungkinannya sangat kecil, dan membutuhkan waktu yang sangat lama.

 vnindo

Visual Novel produksi Indonesia?

Sebenarnya bukannya tidak ada, tapi karena peminatnya sangat sedikit, sehingga beberapa Visual Novel produksi Indonesia tidak begitu mencolok. Visual Novel Indonesia, merupakan proyek untuk membuat Visual Novel dalam Bahasa Indonesia, salah satu hasil karya mereka adalah sebuah permainan bergaya Dating Sims yang bercerita tentang romansa SMA di Indonesia. Saat artikel ini dibuat, ada juga salah satu perusahaan pembuat game dari Indonesia yang membuat Visual Novel (yang salah satu fiturnya terdapat dalam bahasa Indonesia). Just Deserts, Visual Novel berjenis militer fantasi ini adalah hasil karya Vifth Floor yang berkerjasama dengan Sekai Projects untuk perilisannya. Rencanaya Visual Novel ini akan dirilis di Steam pada tahun 2016.

just-deserts-1

download-2

Just Desert karya Vifth Floor yang akan dirilis melalui STEAM

Bagaimana dengan penerjemah Visual Novel yang ada di Indonesia?

Penerjemah sukarela(?), atau Fansub anime di Indonesia memiliki jumlah yang luar biasa banyak. Bahkan bisa-bisa satu judul anime dikerjakan oleh lebih dari 5 fansub sekaligus. Begitu juga komik jepang, juga tidak kalah banyak, meskipun tidak sebanding fansub anime. Fansub novel ringan, juga masih memiliki ‘taringnya’ meski jarang kita temui. Karena novel ringan masih banyak mengambil sumber aslinya dari Bahasa mandarin atau jepang

Terus Visual Novel sendiri bagaimana? Itulah yang menjadi dasar para admin HEROソフト ketika membentuk komunitas ini. Ketika kami mencoba mencari jejak Fansub atau komunitas berbasis Visual Novel, banyak dari mereka yang sudah berhenti, hiatus, atau semacamnya sehingga proyek mereka tidak berlanjut. Ada juga yang pindah proyek dari Visual Novel ke novel ringan.

Ada satu kelompok yang mengerjakan beberapa judul Visual Novel hingga selesai dan juga ada yang hanya sampai bagian prolognya selesai.

Kelompok tersebut bernama SHY Team (singkatan Shinanai Yume) proyek mereka dapat dilihat di sini.

Visual Novel, hobi yang terkendala Bahasa dan budaya.

Merangkum ini semua, Visual Novel termasuk jenis permainan yang memiliki sejarah yang lumayan panjang. Meskipun begitu tidak banyak orang yang tertarik dengan jenis permainan ini. Bahkan di Jepang pun, permainan semacam ini juga termasuk jarang peminatnya. Karena adanya ‘stereotip’ yang kurang indah dibalik kata Visual Novel (baca Eroge). Di Indonesia, Visual Novel sangat kurang diminati karena kendala Bahasa. Seandainya ada yang mau menerjemahkan, mereka harus bertemu panjangnya skrip yang harus mereke terjemahkan. Berbeda dengan anime yang rata-rata satu episodenya hanya berdurasi 30 menit dengan jumlah teks 300-800 baris. Apalagi sumber yang diterjemahkan adalah berbahasa inggris, berbeda dengan novel ringan, maupun Visual Novel

Penggemar Visual Novel termasuk orang-orang yang tidak pantang menyerah untuk memahami dan mengerti Bahasa dan budaya orang lain. Tidak jarang ada orang yang mengambil jurusan Bahasa jepang, atau ikut bimbel sehingga bisa mengerti dan memahami hobinya itu. Bukannya tidak mungkin suatu saat nanti, Visual Novel baik terjemahan maupun rilisan Bahasa Indonesia menjadi salah satu budaya jepang yang akan dikenal banyak orang.

Sumber
[jpn] Satoshi Todome, Artikel Khusus untuk pemula dalam Eroge dan Galge : http://www.kyo-kan.net/column/eroge/index.html
[jpn] Visual Novel, https://ja.wikipedia.org/wiki/ビジュアルノベル
[eng] Visual Novel, https://en.wikipedia.org/wiki/Visual Novel

Oleh Robet Fujita | Penulis blog yang tak kunjung terkenal


Robet Fujita

Penggemar musik jejepangan metal, hard rock, hingga jadul. Suka menulis, dan menyibukkan diri sendiri.

0 Comments

VNR Indo · 14/12/2016 at 1:46 am

artikel yang sangat bermanfaat ty infonya.
jangan lupa kunjungan nya yaa
http://vnr-indo.blogspot.co.id

Mengenal Visual Novel [Bagian 2] : Visual Novel dan Jenisnya – HERO Soft · 17/04/2018 at 7:09 pm

[…] Berlanjut ke bagian akhir […]

Komentar di sini

%d bloggers like this: